Tag: Dikat SDM

  • Pelatihan Customer Satisfaction Measurement

    Pelatihan Customer Satisfaction Measurement

    Pelatihan Customer Satisfaction MeasurementFenomena universial yang terjadi di dunia bisnis dalam era global saat kini, selalu berhadapan dengan situasi kompetisi yang semakin menajam, baik dalam pasar domestik maupun di pasar internasional. Guna memperoleh kemenangan dalam persaingan itu, maka perusahaan harus mampu memberikan kepuasan terhadap para pelanggannya, dengan strategi yang relevan sesuai dengan karakteristik produknya, melalui berbagai cara; misalnya saja dengan memberikan produk yang mutunya lebih baik, harganya lebih murah, pengantaran dan penyerahan produknya lebih cepat, pelayanannya lebih baik, bila dibandingkan dengan apa yang diperbuat oleh pesaingnya. Apabila hal itu terjadi sebaliknya, yaitu produk dengan mutu yang jelek, harganya mahal, pengantaran produknya lambat, pelayanannya seenaknya, maka keadaan ini pasti memberikan ketidakkepuasan bagi pelanggan.

    Pelanggan yang memasuki situasi jual-beli pasti memiliki harapan-harapan tertentu, angan-angan tentang perasaan yang ingin mereka rasakan ketika mereka menyelesaikan suatu transaksi jual-belinya terhadap produk yang akan digunakan untuk kepentingan/keperluannya. Mereka juga ingin menikmati pelayanan yang dibayar untuk penguasaan sebuah produk yang ditawarkan.

    Fenomena yang digambarkan di atas, kemungkinan tidak terjadi dan bahkan cenderung terabaikan, apabila kondisi pasarnya bersifat monopoli, sedangkan produknya pasti diperlukan oleh pelanggannya, karena produk yang dihasilkan menyangkut kebutuhan yang vital bagi pelanggannya. Sehingga bagi pelanggan hanya memiliki satu pilihan, yaitu, ya atau tidak, mau atau tidak. Produsen mempunyai kekuasaan absolut untuk mempermainkan situasi persaingan atau bahkan perebutan bagi kalangan pelanggannya. Oleh karena itu, produsen cenderung sewenang-wenang dalam memerankan dirinya, kadang-kadang menjadi lupa untuk memperhatikan mutu pelayanan yang seharusnya diberikan kepada para pelanggannya, untuk mencapai tingkat kepuasan tertentu.

    Tingkat kepuasan pelanggan selalu terkait dan tergantung dengan mutu suatu produk yang dihasilkan oleh produsen. Sedang suatu produk dikatakan bermutu bila produk tersebut memenuhi kebutuhan pengguna/pelanggannya. Aspek mutu ini bisa diukur. Dengan demikian, pengukuran tingkat kepuasan pelanggan memiliki kaitan yang erat sekali dengan mutu produk baik berupa barang atau jasa.

    MATERI

    * Apa itu Kepuasan Pelanggan ?
    * Apa Faktor-faktor pemenuhnya?
    * Bagaimana Mengukurnya? Quatitatif & Qualitatif kah?
    * Cara mengukur customer Satisfaction & Service Quality
    * Cara menggunakan T-test Korelasi & Regresi
    * Membuat angka berbicara dengan SPSS
    * Study Kasus

    MANFAAT

    1. Untuk mendeteksi dan mengetahui dengan secara baik tentang jalannya proses bisnis.
    2. Mengetahui secara tepat, di mana harus melakukan perubahan dan
    perbaikan terus-menerus, dalam upayanya untuk memuaskan pelanggan.
    3. Menentukan perubahan yang dilakukan, mengarah kepada perbaikan.

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Pelatihan Customer Satisfaction Survey

    Pelatihan Customer Satisfaction Survey

    Pelatihan Customer Satisfaction SurveyKepuasan Pelanggan merupakan kunci utama untuk meningkatkan dan mempertahankan keuntungan jangka panjang. Faktor kunci inilah yang mampu melahirkan loyalitas pelanggan, menumbuhkan citra positif perusahaan dan mampu membentuk daya saing yang paling efektif.

    Informasi aktual mengenai ekspektasi atau harapan pelanggan dan persepsi pelanggan terhadap produk atau jasa yang kita tawarkan sangat dibutuhkan sebagai dasar tindakan perbaikan atau perubahan untuk mengeliminasi ketidaksesuaian yang telah menimbulkan ketidakpuasan pelanggan. Untuk itu pemahaman yang mendalam tentang survey kepuasan pelanggan berikut analisis statistiknya tentunya harus dimiliki oleh setiap manajer atau para pengambil keputusan agar perusahaan memiliki informasi dalam pengambilan langkah-langkah strategis.

    OBJECTIVES

    Pelatihan ini akan menyajikan pemahaman tentang berbagai faktor yang menjadi penyebab tidak terpenuhinya harapan pelanggan. Pelatihan ini juga membekali peserta dengan kemampuan tentang berbagai aspek, teknik dan metodologi survey untuk mengenali kepuasan para pelanggan (customer satisfaction). Selain itu, pelatihan ini juga akan memberikan pemahaman mengenai analisis statistik yang berkaitan dengan pengukuran kepuasan pelanggan bagi manajer perusahaan atau organisasi yang menghasilkan produk atau jasa.

    COURSE OUTLINE

    1. Memahami Tujuan Pelaksanaan Survey Pelanggan
    2. Mengenal Berbagai Metode Survey
    3. Memahami Prinsip Dasar Pelaksanaan Survey
    4. Memahami Faktor Penentu Kepuasan Pelanggan
    5. Memahami Berbagai Bentuk Survey
    6. Menentukan Ukuran dan Perhitungan
    7. Analisis Deskriptif dan Uji Statistika

    PARTICIPANT

    1. Pimpinan perusahaan atau pihak pengambil kebijakan
    2. Manajer Sales & Marketing
    3. Staff Sales & Marketing
    4. Semua pihak yang membutuhkan pengetahuan seputar Customer Satisfaction Survey

    METHOD

    Pre test

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Post test

    Evaluation

  • Customer Satisfaction Measurement Training

    Customer Satisfaction Measurement Training

    Training Customer Satisfaction MeasurementSasaran dari Customer Service ini adalah mendeliver service dengan tepat tanpa adanya error/kesalahan. Namun demikian, kuatnya unsur manusia dalam customer service membuat problem dalam konsistensi. Oleh karenanya pengukuran dan audit harus rutin dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan tetap terjaga. Workshop ini mengajarkan berbagai teknik audit dan riset untuk mengukur keberhasilan customer service.

    OUTLINE MATERI

    1. Pengantar: Bagaimana audit dan measurement penting dalam dunia customer service
    2. Beberapa indikator-indikator keberhasilan yang banyak dipakai di dunia customer service
    3. Bagaimana melakukan audit untuk para customer service
    4. Mystery Guest: Mengukur kualitas operasional dari para customer service
    5. Customer Satisfaction Research: Cara mengukur kepuasan pelanggan
    6. Trend terbaru dalam pengukuran kualitas customer service

    TARGET

    Semua karyawan di bagian garda depan/bagian pelayanan pelanggan

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Customer Satisfaction and Change Management Training

    Customer Satisfaction and Change Management Training

    Customer Satisfaction and Change Management TrainingCustomer Satisfaction merupakan suatu tingkatan dimana kebutuhan, keinginan dan harapan dari pelanggan dapat terpenuhi yang akan mengakibatkan terjadinya pembelian ulang atau kesetiaan yang berlanjut. Menghadapi kondisi persaingan menuntut perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan. Tingkat kepuasan pelanggan adalah fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan, harapan merupakan perkiraan atau keyakinan pelanggan tentang apa yang akan diterimanya.

    Saat ini, kegiatan pemasaran merupakan proses yang terintegrasi, yaitu berfokus pada pelanggan. Jadi kegiatan pemasaran yang dilakukan selalu berdasarkan kebutuhan pelanggan. Fakta menunjukkan 90% pelanggan yang tidak puas tidak akan kembali, dan akan menceritakan pada paling sedikit 9 teman atau kerabat. Biaya jumlah pelanggan kita yang puas? Tanpa melakukan pengukuran tingkat kepuasan pelanggan, tidaklah mungkin pertanyaan-pertanyaan di atas dapat dijawab.

    Karena itu perusahaan yang percaya bahwa kepuasan pelanggan adalah hal yang penting haruslah mengagendakan program pengukuran kepuasan pelanggan secara periodic. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggannya, kemudian mengambil tindakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan memenangkan persaingan. Hal ini dicermikan dari upaya perusahaan untuk selalu dapat dengan tepat mengidentifikasikan apa yang dibutuhkan dan diinginkan pelanggannya dan berupaya memperkecil perbedaan (gap) apa yang diinginkan dari produk yang dihasilkan perusahaan dengan apa yang sebenarnya mereka terima.

    Perubahan bisnis dan lingkungannya dengan begitu cepat harus diiringi pula dengan manuver-manuver jitu jika tidak ingin terlindas atau kalah dari kompetisi. Perubahan ini tidak hanya berdampak terhadap sistem, tapi juga pelaksana sistem itu sendiri, yaitu Manusia. Yang selanjutnya menjadi masalah adalah elemen manusia merupakan bagian yang memiliki resistensi (penolakan) paling besar. Istilahnya adalah Status Quo. Maka dari itu, dibutuhkan sebuah pendekatan agar Manusia, sebagai elemen paling penting, memiliki pandangan yang positif terhadap perubahan, bahkan siap menjadi bagian di dalamnya. Pendekatan ini disebut Change Management atau Manajemen Perubahan.

    TUJUAN

    * Memahami konsep mutu pelayanan
    * Melakukan pengukuran kepuasan pelanggan untuk mengetahui tingkat kepuasaan pelanggan kita
    * Melakukan pengukuran kepuasan pelanggan untuk memahami perilaku pelanggan
    * Menganalisis persepsi pelanggan terhadap produk/jasa yang diberikan
    * Mengevaluasi posisi perusahaan saat ini dibandingkan dengan pesaing dan pengguna
    * Meningkatkan kinerja produk dan jasa, sehingga manajemen dapat memperoleh masukan yang sangat berharga untuk menyusun strategi kepuasan pelanggan serta pengambilan keputusan manajerial yang penting
    * Mengetahui secara tepat, dimana harus melakukan perubahan dan perbaikan terus menerus dalam upayanya untuk memuaskan pelanggan
    * Memahami manfaat dari manajemen perubahan (Change Management) dan mampu menjalankannya secara efektif
    * Memahami secara utuh konsep teoritikal dari perubahan yang mencakup aspek individual, kelompok kerja dan organisasional, sehingga memiliki perspektif yang memadai

    MATERI

    1. Definsi kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan
    2. Dimensi kualitas pelayanan
    3. Factor yang memepengaruhi tingkat kepuasan pelanggan
    4. Mengidentifikasi siklus pelayanan dan momen pelayanan
    5. Mengidentifikasi persyaratan pelanggan dan ukurannya
    6. Metode serqual (service quality) untuk mengukur kepuasan pelanggan
    7. Mendesain kuesioner kepuasan pelanggan
    8. Metode pengolahan data dan penyajian data
    9. Analisis matriks kepentingan dan kinerja (Importance Perfomance matrix)
    10. Menentukan area untuk peningkatan
    11. Pendahuluan manajemen perubahan (Change Management)
    12. Manfaat manajemen perubahan untuk kemajuan organisasi
    13. Prinsip-prinsip manajemen perubahan (Change Management)
    14. Kecerdasan emosional untuk membentuk dan memelihara integritas & loyalitas terhadap manajemen perubahaan (Change Management)
    15. Meningkatkan kemampuan strategi komunikasi dalam manajemen perubahan (Change Management)
    16. Energi organisasi dan peran kepemimpinan dalam manajemen perubahan (Change Management)
    17. Perubahan individu, perubahan tim, perubahan organisasi dan perubahan kepemimpinan
    18. Mengelola resistensi terhadap perubahan dan memotivasi mindset untuk perubahan
    19. Studi kasus

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Custody Metering Training

    Custody Metering Training

    Pelatihan Custody MeteringThis course is developed for engineers and technicians who need to have a practical knowledge of selection, installation and commissioning of fiscal metering equipment. It is for those primarily involved in achieving effective results in industrial processes. This would involve the design, specification and implementation of control and measurement equipment. The course focuses on practical applications, with special attention to installation considerations and application limitations when selecting or installing different measurement or control instruments for fiscal metering.

    MATERI CUSTODY METERING

    1. Basic physical properties
    2. Fundamental of measurement
    3. Fundamentals of gas and liquid process measurement
    4. Concepts and practice of Fiscal metering
    5. Flow metering and Custody Metering
    6. Field instruments and performance
    7. Orifice Flowmeter
    8. Turbine Flowmeter
    9. PD Meter
    10. Ultrasonic Flowmeter
    11. Coriolis Flowmeter
    12. Regulation
    13. Installation
    14. Proving Requirement
    15. Proving Technique
    16. Standards

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

     

    Instructor by : Bambang Murtjahjanto

  • Pelatihan CSR Untuk Pengembangan Masyarakat

    Pelatihan CSR Untuk Pengembangan Masyarakat

    Pelatihan CSR Untuk Pengembangan MasyarakatTanggung Jawab Sosial Perusahaan atau biasa disebut Corporate Social Responsiblity (CSR), merupakan suatu upaya sungguh-sungguh dari perusahaan untuk meminimumkan dampak negatif dan memaksimumkan dampak positif operasinya dalam ranah ekonomi, sosial dan lingkungan terhadap seluruh pemangku kepentingannya (stake holder), untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

    Di Indonesia, UU No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Pada Pasal 74 ayat 1 disebutkan bahwa PT yang menjalankan usaha di bidang dan atau bersangkutan dengan sumber daya alam wajib menjalankan tanggungjawab sosial dan lingkungan landasan hukum CSR semakin kuat dengan disahkannya Undang-Undang.

    Saat ini, CSR tidak hanya sebagai sebuah tuntutan, tetapi juga sebuah kebutuhan bagi perusahaan. Apabila dirancang dan diterapkan dengan benar, CSR akan menjadi investasi sosial jangka panjang yang berguna tidak hanya meningkatkan citra perusahaan di mata publik dan investor, juga sebagai strategi bisnis dan pengendalian resiko sosial (Social Risk Management).

    Akan tetapi fakta di lapangan, pemahaman atas tanggung jawab sosial pada umumnya masih sebatas charity, philanthropy dan community development (comdev). Bahkan di banyak perusahaan kebijakan tanggung jawab sosial dibebankan kepada Departemen Humas. Padahal kegiatan CSR adalah suatu keputusan strategis yang menyeluruh. CSR adalah bertanggung jawab atas dampak ekonomis maupun sosial yang ditimbulkan perusahaan atau organisasi kepada para stakeholders internal dan eksternal, beserta lingkungan tempat perusahaan atau organisasi tersebut berada.

    Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta mengerti dan memahami pentingnya program Corporate Social Responsibility (CSR) sesuai amanat UU No. 40/2007 dan Mampu merancang dan melaksanakan Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang baik dan efektif.

    TUJUAN

    1. Peserta pelatihan mampu meningkatkan pemahaman seputar CSR serta ukuran keberhasilan serta berbagai metode perencanaan program
    2. Peserta pelatihan mampu meningkatkan keterampilan dalam perencanaan/desain program termasuk dalam mengidentifikasi isu/masalah beserta kebutuhan implementasi program
    3. Peserta pelatihan mampu memahami metode perencanaan program CSR beserta persiapan sosial dalam kerangka implementasi program
    4. Peserta pelatihan mampu mengimplementasikan perencanaan yang sudah dibuat dalam perusahaan

    MATERI

    1. Orientasi CSR Konteks Kekinian

    2. CSR Sebagai Konsep Strategis

    3. Analisa Kebutuhan dan Pemetaan Kondisi Masyarakat untuk Program CSR

    4. Pemberdayaan Komunitas/Masyarakat (Community Development)

    5. Strategi Penyusunan Program CSR dan Penulisan Laporan CSR

    6. Bentuk-bentuk Program CSR

    * Bidang sosial
    * Bidang ekonomi
    * Bidang lingkungan

    7. Tahapan Pelaksanaan Program CSR

    * Perencanaan : Design program efektif dan optimal
    * Mekanisme pemantauan, indikator keberhasilan dan log frame dalam merancang program CSR yang berkelanjutan
    * Implementasi
    * Evaluasi
    * Pelaporan

    8. Strategi Pelaksanaan

    * Menentukan target khalayak
    * Bekerjasama dengan media
    * Event management

    9. Antisipasi dan Solusi Hambatan Pelaksanaan Program CSR

    * Diskusi kasus dan pembahasan
    * Action plan program CSR : penerapan program CSR bagi tiap-tiap perusahaan

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Customer Loyality Training

    Customer Loyality Training

    Sebuah bisnis dimana pelanggan menjadi faktor utama untuk memenangkan persaingan tetap menjadi sebuah hal imperatif. Beberapa program dalam membangun jaringan pelanggan dan mengikat mereka ke dalam loyalitas penggunaan produk/jasa dibandingkan kompetitor sejenis terus dilakukan oleh perusahaan sekarang ini.

    Materi pembelajaran ini memberikan arah proses dan alat bantu yang dapat diterapkan dalam meningkatkan Customer Loyality. Contoh kasus-kasus dari para pemimpin pasar di beberapa industri yang berbeda, baik lokal maupun internasional, yang telah berhasil mengimplementasikan program-program CRM disajikan secara aplikatif dan dalam kerangka manajemen terkini (best practices). Begitu juga dengan contoh program aplikasi IT pendukung turut disajikan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada para peserta.

    BENEFIT

    * Memahami mengapa CRM sanagat penting dalam membina dan menumbuhkan loyalitas pelanggan
    * Mampu menentukan sasaran dan penggunaan CRM system
    * Dapat menetapkan sasaran CRM system
    * Recognize best practices in implementing a CRM strategy
    * Dapat memanfaatkan CRM untuk menumbuhkan penjualan, peningkatan pelayanan pelanggan

    COURSE OUTLINE

    1. CRM dan Customer Loyality

    * Fungsi dan Peran CRM
    * Loyalitas Customer dan Mengoptimalkan Customer Experience
    * CRM and Business Intelligence

    2. CRM Dalam Aktivitas Marketing

    * Relationship and One to One Marketing
    * Cross Selling and Up-selling
    * Customer Retention
    * Customer and Business Value

    3. CRM dan Pelayanan Pelanggan

    * Call Center and Customer Care
    * Customer Satisfaction Measurement
    * Customer Service Checklist for Success
    * Customer Service Training

    4. Aktivitas Tenaga Penjualan dan Kegiatan CRM

    * Activity, Contact and Lead Management
    * Business Training for Salesforce
    * Handling Complain

    5. Planning CRM Programs

    * Developing a CRM Strategy
    * CRM Business Plan
    * Implementation CRM

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Pelatihan Customer Loyalty Through CRM

    Pelatihan Customer Loyalty Through CRM

    Customer Loyalty Through CRM TrainingSebuah bisnis dimana pelanggan menjadi faktor utama untuk memenangkan persaingan tetap menjadi sebuah hal imperatif. Beberapa program dalam membangun jaringan pelanggan dan mengikat mereka ke dalam loyalitas penggunaan produk/jasa dibandingkan kompetitor sejenis terus dilakukan oleh perusahaan sekarang ini.

    Materi pembelajaran ini memberikan arah proses dan alat bantu yang dapat diterapkan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan. Contoh kasus-kasus dari para pemimpin pasar di beberapa industri yang berbeda, baik lokal maupun internasional, yang telah berhasil mengimplementasikan program-program CRM disajikan secara aplikatif dan dalam kerangka manajemen terkini (best practices). Begitu juga dengan contoh program aplikasi IT pendukung turut disajikan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada para peserta.

    BENEFIT

    * Memahami mengapa CRM sangat penting dalam membina dan menumbuhkan loyalitas pelanggan
    * Mampu menentukan sasaran dan penggunaan CRM system
    * Dapat menetapkan sasaran CRM system
    * Recognize best practices in implementing a CRM strategy
    * Dapat memanfaatkan CRM untuk menumbuhkan penjualan, peningkatan pelayanan pelanggan

    OUTLINE MATERI

    1. Relationship Marketing Builds Strong Products

    * CRM membantu mengenal pelanggan lebih jauh dalam aspek multi dimensional
    * Database pelanggan sebagai dasar pengenalan pelanggan dan awal dari pembentukan CRM yang solid
    * Integrasi beberapa fungsi internal terkait dalam perusahaan membantu kesuksesan penerapan CRM

    2. Customer Touch Point

    * Mengelola seluruh titik ‘touch points’ secara kesatuan dalam memaksimalkan kepuasan pelanggan
    * Menyelaraskan strategi organisasi dengan pelaksanaan program CRM
    * Menggerakkan setiap titik pelayanan dalam menciptakan nilai tambah bagi pelanggan

    3. Facilitating CRM with IT Application

    * Perkembangan teknologi telah membantu penerapan program CRM ke arah yang lebih efisien dan efektif
    * Faktor-faktor keberhasilan dan juga kegagalan dalam pengimplementasian aplikasi IT dalam CRM
    * Pemakaian program aplikasi IT dalam penerapan CRM

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Customer Relationship Management Training

    Customer Relationship Management Training

    Training Customer Relationship ManagementDalam pasar yang sangat kompetitif saat ini, mengelola hubungan pelanggan dengan baik dan efektif adalah sangat penting untuk kesuksesan sebuah organisasi. Dengan meningkatkan pengalaman pelanggan, organisasi dapat mengembangkan hubungan yang erat antara pelanggan dan organisasi. Jika berkelanjutan dari waktu ke waktu, organisasi dapat memperkuat posisi kompetitif mereka dan sebagai hasilnya meningkatkan profitabilitas organisasi. Pelatihan dua hari ini membahas Customer Relationship Management (CRM) sebagai proses strategis dalam suatu organiasi.

    Hal ini didefinisikan sebagai suatu proses menyeluruh dan berkesinambungan dalam memperoleh, mempertahankan dan mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan dengan pelanggan (Get, Keeep & Grow) serta memberikan nilai dan kepuasan kepada pelanggan. Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat memahami dasar-dasar Customer Relationship Management serta filosofi Customer Relationship Management dan pelaksanaan system CRM yang menggabungkan dan mengintegrasikan informasi dari penjualan, pemasaran dan pelayanan pelanggan.

    BENEFIT

    * Peserta dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dengan menerapkan konsep CRM
    * Peserta akan menjadi lebih customer oriented dalam menjalankan pekerjaannya baik dalam kegiatan sales, Marketing maupun service
    * Peserta akan dapat memprioritaskan pelanggan berdasarkan nilai dari pelanggan tersebut.
    * Peserta akan memberikan pelayanan berbeda kepada pelanggan yang berbeda.

    OUTLINE MATERI

    1. Introduction : Apa itu CRM, filosofi & fungsi Customer Relationship Management
    2. Meningkatkan nilai pelanggan
    3. Keuntungan bisnis dari Customer Relationship Management
    4. Perencanaan CRM (CRM Lifecycle)
    5. Membangun strategi CRM: Panduan membangun strategi CRM, Ekosistem CRM
    6. Metodologi IDIC: Identifikasi dan diferensiasi pelanggan
    7. Interaksi dan Kustomisasi Pelanggan
    8. Pengenalan Social CRM: Studi kasus
    9. CRM Tools

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

     

    Instructor by : Ayu Cornelia

  • CSR Planning and Implementation Training

    CSR Planning and Implementation Training

    training CSR Planning and ImplementationProgram Corporate Social Responsibility (csr) adalah program sosial yang memberikan banyak kontribusi dalam memecahkan masalah-masalah sosial di lapangan kerja, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Program CSR dapat meningkatkan semangat kebersamaan di antara komunitas yang berbeda. Kegiatan CSR harus direncanakan dengan baik, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membaca situasi. Prinsip-prinsip CSR perusahaan dan nilai-nilai, serta pedoman yang berlaku pada sistem harus disesuaikan dengan kebutuhan dari berbagai pemangku kepentingan dan karakteristik lokal budaya serta sosial ekonomi.

    POKOK BAHASAN

    1. Definisi CSR

    2. Model dan ruang lingkup CSR

    3. Undang-Undang CSR

    4. Langkah dalam perencanaan program CSR

    * Membuat tim perencanaan
    * Melakukan penilaian kebutuhan yang komprehensif
    * Mengidentifikasi kebutuhan dan mengembangkan tujuan
    * public consultation : menampung aspirasi masyarakat/komunitas sekitar
    * Comprehensive desain program

    5. Pemetaan sosial (Social Mapping)

    * Apa itu Pemetaan Sosial
    * Tujuan Pemetaan Sosial
    * Output yang Diharapkan
    * Obyek Pemetaan Sosial

    6. Implementasi strategi CSR

    * Mengidentifikasi topik CSR
    * Strategi pengembangan
    * Inovasi
    * CSR manajer
    * Membuat Konsistensi : Strategi Intervensi dalam Rangka Optimalisasi Program CSR
    * UU Otonomi Daerah
    * Peraturan Perundangan tentang CSR

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

     

    Instructor by : Riyanti W. Lestari

  • Pelatihan CSR Menuju Proper Hijau dan Emas

    Pelatihan CSR Menuju Proper Hijau dan Emas

    CSR Menuju Proper Hijau dan EmasCorporate Social Responsibility (CSR) adalah sebuah program yang mengimplementasikan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat luas. CSR seharusnya menjadi bagian penting dari strategi perencanaan perusahaan. CSR harus direncanakan secara baik dan benar agar tidak hanya memberikan nilai tambah bagi stakeholder-nya, tetapi berperan penting dalam meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan di masa yang akan datang.

    Pada pelatihan ini akan dijelaskan secara praktis tentang cara merencanakan suatu program CSR dan implementasinya di lapangan, sehingga akan memudahkan bagi perusahaan untuk mengadopsinya sesuai tujuan perusahaan. Pelatihan ini semakin sempurna dengan simulasi dan studi kasus perusahaan skala nasional dan internasional yang telah mengimplementasikan CSR secara komprehensif dan berhasil mencapai PROPER Emas. Kami harapkan kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk memberikan perubahan yang signifikan terhadap kinerja dan nilai perusahaan.

    TUJUAN

    * Memahami prinsip dasar tanggung jawab sosial
    * Memahami arti penting tanggung jawab sosial dan pelibatan stakeholders, core subjects dan isu-isu yang terkait dengan tanggung jawab sosial
    * Memahami berbagai isu potensial yang akan dihadapi oleh organisasi dan keterkaitannya dengan berbagai konvensi, spesifikasi industry/teknikal, kode perilaku dan inisiatif lainnya
    * Memahami tujuan dasar dari CSR terkait PROPER dan keterkaitan tujuan, isi dan relevansinya dengan berbagai framework/standard industry maupun berbagai praktek industrial lainnya
    * Memahami metoda untuk mengintegrasikan perilaku tanggung jawab sosial di dalam organisasi
    * Memahami hasil dan perbaikan kinerja organisasi di bidang tanggung jawab sosial
    * Mampu mengelola dan membangun Sistem CSR perusahaan menuju PROPER HIJAU DAN EMAS

    MATERI

    1. CSR dan PROPER Hijau dan Emas

    2. Konsep CSR Berbasis ISO26000 SR

    3. GCG dan CSR

    4. Manfaat implementasi CSR

    5. Tahapan implementasi CSR pada perusaahan

    * Rumusan strategi, program dan indikator capaian dalam perspektif bisnis dan stakeholder
    * Analisis usulan tanggung jawab perusahaan dan prioritasnya
    * Pemetaan interaksi perusahaan dan stakeholder
    * Pemetaan isu-isu sosial relevan
    * Rumusan tanggung jawab sosial yang diakui pihak terkait
    * Perumusan sistem monitoring dan evaluasi

    6. Konsep Merancang Program CSR

    * Pengembangan Masyarakat dan Konsep perbaikan kondisi lingkungan sosial ekonomi

    7. Teknik Pembuatan Program (Perencanaan Partisipatif)

    8. Perencanaan : Pemetaan Sosek dan Stakeholder

    9. Merumuskan undangan

    10. Teknis Perencanaan Partisipatif

    TARGET PESERTA

    * Pimpinan perusahaan/Top manajemen
    * Manajer dan Supervisor
    * Management Representative/Wakil Manajemen
    * Document Control
    * Tim ISO/CSR
    * HRD/Bagian pelatihan

    TRAINING METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

    Pre test dan post test

     

    Instructor by : Riyanti W. Lestari

  • CSR Sustainability Reporting Training

    CSR Sustainability Reporting Training

    CSR Sustainability ReportingCSR (Corporate Social Responsibility) has been progressing in such a way. Many industries are increasingly recognizing the importance of CSR is to the sustainability of their business, thereby allocating power and no small costfor this program. Including the oil and gas industry. CSR program evaluation in the management system, it is important to measure the success and effectiveness. Evaluation is also important to know the role that CSR programs have been implemented to give effect tothe stakeholders.

    Forth is reason the understanding of CSR andits methodology of evaluation in dicators to be important for the instigators of this CSR program. Perceptions of the parties on the implementation of CSR programs also rely on the reporting package. In this casehas developed various standards of conduct and reporting of CSR in the form of sustainability reporting. Sustainability Reporting? is a broad term considered synonymous with other used to describe reporting on economic, environmental,and social impact (e.g. triple bottom line, corporate responsibility reporting,etc).Beside ISO 26000 and the Environmental Performance Rating Program (PROPER) as guidelines, the GlobalReporting Initiative (GRI) is a tool (reporting guideline) which focuses on standardizing the reporting on social responsibility and sustainability.

    Through this training is expected to deepen the knowledge and skills of the CSR program evaluation methods. Beside that to examine more deeply about how to make a good sustainability report based on GRI guidelines. It is expected that this understanding will enhance the capa city of the business(corporate) in sustainability reporting framework.

    AFTER COMPLITING TO THIS COURSE

    * Understanding the basic philosophy of the program and its urgency CSR evaluation andreporting
    * Understand the methods and techniques of program evaluationCSR
    * Understanding of Sustainability Reporting Framework and CSR reporting standards
    * A better understanding of Sustainability Reporting Guidelines.

    COURSE OUTLINE

    1. CSR Basic Principle and Overview

    * Definition And CSR & CD Position In Sustainable Development
    * Standard of CSR : ISO 26000, GRI and IFC
    * CSR/CD Regulation inIndonesia
    * Typology CSR implementation in Indonesia

    2. Evaluation CSR Program

    * Why need evaluation CSR/CD program
    * Planning of evaluation
    * How to evaluation CSR/CD program : method and tools
    * How to make Program Indicators
    * Using evaluation Result for develop CSR/CD Program
    * How to communicate evaluation result to stakeholder

    3. Reporting of CSR Program

    * Standard of reporting CSR/CD program
    * What is Sustainability Reporting?
    * Step by step develop the Sustainability Report
    * Standard Disclosure
    * Sustainability Reporting Guidelines and Practice
    * Overview reporting guidelines: PROPER, ISO 26000,GRI
    * Preparing good and reliable sustainability/CSR report.
    * Analyzing sustainability/CSR report.

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

     

    Instructor by : Riyanti W. Lestari

  • CSR : Teknik Pembuatan Laporan Berkelanjutan

    CSR : Teknik Pembuatan Laporan Berkelanjutan

    CSR : Teknik Pembuatan Laporan BerkelanjutanLaporan dibuat adalah sebagai bentuk wujud pertanggungjawaban kepada para pemangku kepentingan. Menurut ISO 26000 (pedoman tentang tanggung jawab sosial organisasi) dan GRI, pelaporan keberlanjutan yang baik mempunyai kriteria tingkat pengungkapan yang terdiri dari tiga tingkat, yakni C, B, dan A. Tingkat A menunjukkan bahwa perusahaan melaporkan cukup banyak aspek yang artinya semakin baik, disusul jumlah lebih rendah, yakni tingkat A dan B.

    Laporan keberlanjutan sebaiknya juga mudah dipahami dan mampu merespon kebutuhan pemangku kepentingan, akurat dalam arti secara fakta benar dan menyediakan detail yang dibutuhkan dan seimbang yang berarti menyampaikan prestasi positif maupun keterbatasan perusahaan, tepat waktu, dan mudah diakses.

    TUJUAN

    Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat :
    * Memahami konsep pembuatan laporan keberlanjutan untuk bisnis yang berkelanjutan
    * Peserta dapat menganalisa laporan saat ini untuk prospek bisnis di masa depan
    * Peserta dapat memahami tujuan dan peranan laporan berkelanjutan
    * Membandingkan kinerja dalam sebuah organisasi dan di antara berbagai organisasi dalam waktu tertentu

    MATERI

    1. Konsep Pembuatan Laporan Berkelanjutan untuk Bisnis Berkelanjutan

    2. Faktor Pendorong untuk Mengimplementasikan Sustainability Business

    3. Cara Menjadi Sustainability Business

    4. Peranan dan Manfaat Pelaporan Berkelanjutan untuk Bisnis Berkelanjutan

    5. Teknik Pelaporan

    6. Standar Sustainability Reporting

    7. Sustainability Report : Comprehensive Framework Understanding

    * Apa yang dimaksud Sustainability Report
    * Mengapa Sustainability Report begitu penting?
    * Hubungan Sustainability Report dengan Annual Report

    8. Kupas Tuntas Aspek-Aspek Penyusunan Sustainability Report

    * Kendala dan hambatan dalam pembuatan laporan berkelanjutan untuk bisnis berkelanjutan Memahami berbagai criteria dalam pembuatan Sustainability Report
    * Pembahasan rinci aspek governance, economic, environment dan social indicators dalam Sustainability Report
    * Strategi dalam menulis dan menyusun Sustainability Report

    9. Studi Kasus dan Diskusi

    PESERTA

    Training ini diperuntukkan bagi:
    * Supervisor, Manager ataupun level diatasnya dari Divisi Research & Development, Business Development atau divisi lainnya yang membutuhkan training ini
    * Praktisi atau Profesional yang ingin menambah pengetahuan mengenai Penerapan GCG dan budaya perusahaan yang efektif

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • CSR (Corporate Social Responsibility) : Desain dan Pengukuran Kinerja

    CSR (Corporate Social Responsibility) : Desain dan Pengukuran Kinerja

    CSR (Corporate Social Responsibility) : Desain dan Pengukuran KinerjaCSR sebagai bagian dari pertanggungjawaban social profitable company kepada stakeholder eksternal perlu di manajemen dengan baik dan tepat, sehingga dihasilkan dampak yang meningkatkan barnding maupun positioning perusahaan, khususnya di era global yang menekankan perlunya perusahaan yang ramah lingkungan. Selain itu, manajemen CSR harus mampu juga memberikan dampak positif terhadap stakeholder internal, dimana salah satunya adalah CSR haruslah sesuai dengan value chain operasional perusahaan.

    Disisi lain, mengingat bahwa CSR adalah merupakan kewajiban hukum yang harus dilaksanakan perusahaan sebagaimana amanat UU No 40/2007 bab V pasal 74, maka expenses tersebut harus dikelola dan di manajemen, sehingga memberikan dampak positif bagi sustainability perusahaan dimasa mendatang. Pola pikir inilah yang membuat manajemen CSR menjadi tidak sekedar Charity Program, tetapi harus menjadi alat marketing yang powerfull.

    Mengingat pelaksanaan CSR haruslah terstandarisasi secara ISO 26000 dan dapat dipertanggungjawabkan khususnya bagi perusahaan terbuka (Tbk), maka komponen penting lainnya adalah bagaimana membuat Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang lebih komprehensif (tidak hanya sekedar laporan keuangan), sehingga dapat dibuktikan akan mendukung strategi perusahaan dan dapat menunjukkan komitmen mereka terhadap pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) dari area geografis sasaran penjualan/operasional perusahaan.

    OBJECTIVE

    1. Meningkatkan pemahaman baik dalam sisi manajemen maupun aspek hukum tentang bagaimana tim CSR perusahaan memahami konflik kepentingan dengan menerapkan konsep kepuasan stakeholder masyarakat
    2. Meningkatkan ketrampilan dalam menerapkan manajemen CSR yang meliputi perencanaan strategis CSR dalam Strategy Map perusahaan, desain KPI, implementasi program, dan evaluasi keberhasilannya
    3. Menghubungkan CSR dengan program ISO 26000 dalam action plannya
    4. Meningkatkan ketrampilan dalam membuat laporan CSR yang bersifat sustainable development.

    BENEFITS

    1. Dapat meningkatkan pemahamam tentang konsep CSR
    2. Dapat memahami perbedaan CSR & Comdev
    3. Dapat membuat CSR Strategy Map yang sesuai dengan visi misi perusahaan
    4. Dapat membuat laporan Program CSR
    5. Mampu mengelola konflik dengan pihak eksternal perusahaan

    OUTLINE MATERI

    1. Ruang lingkup manajemen CSR
    2. Regulasi Hukum CSR, Komparasi Peluang dan Hambatan Pelaksanaan Antara Negara/Region
    3. Konsep ISO 26000 untuk action plan CSR
    4. Stakeholder Satisfaction dan pengembangannya
    5. Evolusi konsep CSR, dari Comdev, charity program hingga Value Chain and Communication Branding
    6. Desain dan Pengembangan konsep CSR ke CSM (Customer Social Management)
    7. Identifikasi dan penyusunan program CSR
    8. Pengembangan KPI CSR
    9. Studi kasus keberhasilan dan kegagagalan CSR

    PARTICIPANTS

    Manajer dan staff Public Relations, Corporate Secretary, Corporate Communications atau karyawan lain yang menjalankan fungsi Public Relations untuk menjaga citra perusahaan dan produknya. Staff CSR/ COMDEV, Public Relation, Humas.

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Corporate Social Responsibility and Conflict Handling Training

    Corporate Social Responsibility and Conflict Handling Training

    Corporate Social Responsibility and Conflict HandlingCorporate Social Responsibility (CSR) atau tanggungjawab social perusahaan dapat dikatakan sebagai isu yang cukup banyak diperbincangkan setidaknya dalam dekade terakhir. Sebagai salah satu komponen yang banyak diperbincangkan, CSR memiliki posisi yang unik ketika membicarakan posisi industri di masyarakat. Di satu sisi, CSR dapat menjadi sekoci penyelamat bagi perusahaan sekaligus mekanisme pembuatan citra yang baik di masyarakat, di sisi yang lain, sebagai komponen industri, CSR dapat menjadi bumerang bagi perusahaan itu sendiri.

    Dalam adagium ekonomi jelas terdapat suatu pandangan bahwa tidak ada makan siang gratis, demikian pula dengan CSR, adanya CSR justru menjadi beban yang gilirannya meningkatkan ongkos produksi perusahaan. Meskipun demikian, harus menjadi perhatian bahwa telah terjadi banyak konflik antara industry dengan masyarakat, terlepas apakah hal itu menyebabkan bencana lingkungan maupun tidak menimbulkan bencana lingkungan setidaknya dalam cakupan yang lebih kecil.

    Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) telah banyak dilakukan oleh perusahaan besar, terutama yang berskala nasional. Program ini banyak dilakukan karena dua hal, yaitu tuntutan dari stakeholder dan manfaat yang dirasakan bagi peningkatan performa perusahaan di mata stakeholder dan di mata publik. Sebagai bagian dari aktivitas perusahaan maka manajemen inisitatif CSR perlu diperlakukan sebagai manajemen biasa dimana program CSR perlu terukur pencapaian dan dampaknya.

    TUJUAN

    1. Melakukan analisis atas dampak Corporate Social Responsibility
    2. Mempelajari tingkat multiplier effect yang dihasilkan dari CSR
    3. Mempelajari keterkaitan antara sektor terhadap CSR
    4. Menentukan parameter keberhasilan program CSR dengan memadukan antara konsep dan metode lain yang lebih rinci dan teruji.
    5. Mengintegrasikan berbagai parameter dan target CSR dalam sebuah strategi yang komprehensif.
    6. Mengetahui dampak sosial operasional perusahaan terhadap CSR
    7. Mengatasi konflik dalam masyarakat, proses negosiasi dan mengembalikan hubungan baik dalam masyarakat.

    MATERI

    1. Analisis program CSR
    2. Pendekatan baru untuk implementasi Corporate Social Responsibility
    3. Indikator keberhasilan sebuah program
    4. Memahami rantai nilai dalam operasi perusahaan
    5. Perumusan parameter keberhasilan berbasis rantai nilai perusahaan
    6. Penyajian parameter keberhasilan untuk manajemen dan stakeholder
    7. Dampak CSR yang di terapkan terhadap lingkungan perusahaan
    8. Memilah kepentingan individu dan organisasi dalam konflik
    9. Mengenal macam-macam gaya manajemen konflik
    10. Proses negosiasi: dari kepentingan individu ke kepentingan organisasi
    11. Mengembangkan indikator yang tepat untuk terjadinya proses sinergi dalam relasi
    12. Mengembalikan hubungan yang sinergik dan produktif dengan masyarakat

    PESERTA PELATIHAN

    * Dept. CSR/Community Development
    * Dept. Media Relations/Community Relations
    * Corporate Social Responsibility /CD Officer

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

     

    Instructor by : Syafaruddin Alwi