Tag: Dikat SDM

  • Pelatihan Dasar Bisnis Produk Keuangan dan Penjualan untuk Perbankan

    Pelatihan Dasar Bisnis Produk Keuangan dan Penjualan untuk Perbankan

    Pelatihan Dasar Bisnis Produk Keuangan dan Penjualan untuk PerbankanBank sebagai lembaga keuangan perlu mengkomunikasikan setiap produk yang mereka tawarkan. Hal ini dilakukan agar masyarakat mengetahui dan memiliki minat membeli manfaat dari produk yang di tawarkan sesuai dengan kebutuhannya dan keinginannya. Banyak bank menawarkan produknya, baik produk baru atau suatu pengembangan dari produk lama. Diantara mereka ada yang gagal dan tidak sukses dalam merebut kepuasan konsumen.

    Sebuah produk baru sangat penting bagi kelangsungan hidup sebuah perusahaan. Saat ini, kebutuhan masyarakat tidak hanya menabung. Masyarakat Indonesia semakin melek investasi dan makin banyak Bank yang menawarkan produk dana, jasa, dan kredit, yang menarik dipasar persaingan antar Bank. Sebuah Bank kini harus mampu memenuhi kebutuhan customer/ nasabah baik itu untuk kebutuhan perbankan, kebutuhan investasi, maupun juga kebutuhan proteksi. Produk baru yang menarik, bersifat kreatif, produktif dan memiki nilai praktis bagi customer akan memperkuat posisi perusahaan. Untuk teciptanya hal tersebut sangat dibutuhkan SDM yang mumpuni, yang mampu berfikir kreatif, serta tim yang solid.

    Langkah-langkah dalam perencanaan produk baru antara lain : menciptakan ide-ide, penyaringan ide, evaluasi ide, analisa bisnis, pengembangan dan uji coba, merancang strategi pemasaran, tes pasar serta pengenalan produk baru. Berbagai komponen, proses atau langkah-langkah dalam perencanaan produk baru perbankan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan yang terdapat dalam referensi strategi marketing dalam bisnis industri.

    Oleh karena itu, pembahasan produk perbankan dalam pelatihan ini akan dikaitkan dengan sejumlah pandangan tentang perencanaan produk baru dalam persaingan dunia bisnis perbankan yang dikaitkan dengan kebijakan produk (product policy), meliputi : kebijakan harga (price policy), distribution policy (kebijakan distribusi), kebijakan lokasi/tempat (place policy). Selain itu dalam pelatihan ini juga akan dibahas mengenai beberapa komponen marketing mix strategy serta beberapa komponen tambahan yang perlu diperhatikan dalam pembentukan produk baru, seperti mengenai kondisi SDM, tujuan, misi dan visi perusahaan

    OUTLINE MATERI

    1. Introduction :

    * Pandangan para pengusaha dunia perbankan terhadap krisis global
    * Pengaruh perilaku inovasi terhadap dunia perbankan
    * Pengaruh perilaku kreatif terhadap dunia perbankan
    * Strategi Produk Bank

    2. Tingkatan produk dan jasa dalam sebuah perusahaan/perbankan

    3. Bagaimana strategi produk bank dan daur hidupnya, serta cara mempertahankan produk bank

    4. Product Policy

    5, Problem Dalam Pengembangan Produk

    6. Proses Pengembangan Produk Baru dalam perbankan

    * Menciptakan ide-ide
    * Riset pasar
    * Penyaringan ide
    * Evaluasi ide
    * Study Kelayakan
    * Analisa bisnis
    * Penentuan Harga (Pricing)
    * Pengembangan dan uji coba
    * Merancang strategi pemasaran
    * Tes pasar
    * Pengenalan produk baru.

    7. Karakteristik Utama Produk Baru

    * Potensi keuntungan
    * Pesaing yang ada
    * Pesaing potensial
    * Ukuran pasar
    * Tingkat investasi
    * Kemampuan paten
    * Tingkat resiko

    8. Strategy pengembangan produk dan diversifikasi produk

    9. Analisa pesaing

    * Ancaman dari pesaing baru
    * Ancaman dari produk substitusi
    * Kekuatan penawaran pemasok (dalam hal perbankan adalah Bank Indonesia sebagai mitra sekaligus pengawas perbankan di Indonesia)
    * Kekuatan penawaran pihak ketiga (cutomer)

    10. Karakteristik Pemasaran Produk Baru

    * Sesuai dengan kemampuan pemasaran
    * Pengaruh pada produk yang ada (Brand)
    * Permintaan pasar konsumen saat ini
    * Lamanya potensi siklus hidup produk
    * Keberadaan keuntungan yang berbeda
    * Dampak pada gambar
    * Resistensi terhadap faktor musiman

    11. Strategi Pemasaran Produk Baru

    12. Sumber Daya Manusia

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

     

    Instructor by : Harris

  • Pelatihan Dasar-Dasar Audit Internal

    Pelatihan Dasar-Dasar Audit Internal

    Pelatihan Dasar-Dasar Audit InternalPelatihan ini didisain khusus untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian para auditor internal atau satuan pengendalian internal dan para pejabat/pegawai yang berwenang dalam melakukan pengumpulan informasi, pengidentifikasian masalah hukum terkait, pembuktian, dan penyiapan berkas audit dalam rangka menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan demikian dapat diharapkan pelatihan ini akan meningkatkan kemampuan peserta dalam menjalankan tugasnya masing-masing.

    TUJUAN

    Secara khusus setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
    * Meningkatkan pemahaman mengenai pengertian dan proses audit/ pemeriksaan, jenis-jenis audit dan juga tentang profesi akuntan.
    * Memahami audit kepatuhan (compliance audit) sebagai bagian audit internal
    * Meningkatkan pemahaman mengenai standar professional akuntan publik dan kode etik akuntan di Indonesia.
    * Meningkatkan pemahaman mengenai psikologi audit.
    * Meningkatkan pemahaman mengenai bisnis proses dalam pelaksanaan pemeriksaan.
    * Meningkatkan kemampuan dalam penyusunan rencana pemeriksaan.
    * Memahami dan memiliki kemampuan dalam proses pemeriksaan yang meliputi: analisa laporan keuangan, teknik pengumpulan data ataubukti transaksi, teknik wawancara, pemahaman peranan psikologi dalam audit dan jenis-jenis komunikasi, teknik komunikasi verbal dan non verbal dengan auditee, teknik penyusunan kertas kerja pemeriksaan yang baik dan akuntabel.
    * Menyusun Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang komprehensif dan akuntabel.
    * Mendokumentasikan kegiatan pemeriksaan.
    * Mampu melaksanakan tugas audit yang sesuai kaidah-kaidah audit dan standar profesi audit modern.

    OUTLINE MATERI

    1. Dasar-Dasar Audit Internal

    * Definisi Audit
    * Jenis-jenis audit dan karakteristik audit internal ; Audit laporan keuangan, audit operasional, audit kepatuhan (compliance audit)
    * Standar Audit
    * Perencanaan Audit dan Audit Program
    * Informasi (Bukti-bukti Audit)
    * Working Papers
    * Teknik-teknik dasar audit

    2. Komunikasi dan Psikologi Audit

    * Komunikasi Efektif, Empatik dan Persuasif
    * Jenis-jenis Teknik Komunikasi Audit
    * Wawancara
    * Psikologi Audit

    3. Pengembangan Temuan dan Pelaporan

    * Unsur-unsur Temuan
    * Pengujian Pengendalian dan pengujian Substansi
    * Pengembangan temuan dan rekomendasi
    * Pelaporan Hasil Audit

    TARGET PESERTA

    * Auditor Internal atau Satuan Pengendalian Internal yang ingin memiliki pengetahuan lengkap dan mendasar mengenai teknik-teknik pemeriksaan yang sesuai kaidah-kaidah dan standar profesi audit modern.
    * Staf profesional lain yang ingin memiliki pengetahuan mendasar tentang teknik dan prosedur audit internal.

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

     

    Instructor by : Syafaruddin Alwi

  • Pelatihan Dasar-dasar AMDAL

    Pelatihan Dasar-dasar AMDAL

    Training Dasar-dasar AMDALAMDAL atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan merupakan studi yang dilakukan dalam pengelolaan lingkungan. Pengelolaan yang dilakukan haruslah secara mendetail dan menyeluruh seperti aspek fisika-kimia, ekologi, sosial-ekonomi, sosial-budaya dan kesehatan masyarakat sebagai pelengkapnya.

    Dalam PP No.27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan berbunyi : AMDAL-Analisis Mengenai Dampak Lingkungan adalah kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Atas dasar Peraturan Pemerintah tersebut sangatlah jelas bahwa AMDAL akan menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan izin usaha/kegiatan pada suatu industri atau lembaga.

    TUJUAN

    * Mampu Memahami Pengertian, Proses dan Manfaat AMDAL
    * Mampu Memahami Identifikasi, Prakiraan, Evaluasi dan Mitigasi Dampak Lingkungan (IPEM dalam AMDAL)
    * Mampu Memahami Kebijakan tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup terkait dengan AMDAL
    * Mampu Memahami Proses Penyusunan dan Penilaian AMDAL, serta Penerbitan Izin Lingkungan
    * Mampu Memahami Pengawasan dan Penegakan Hukum Terkait dengan AMDAL
    * Mampu Memahami Etika Penyusun dan penilai AMDAL
    * Mampu Memahami Sistem Informasi AMDAL

    MATERI

    1. Pengarahan Program Pelatihan
    2. Pengertian, Proses dan Manfaat AMDAL
    3. Identifikasi, Prakiraan, Evaluasi dan Mitigasi Dampak Lingkungan (IPEM dalam AMDAL)
    4. Kebijakan PPLH dan PSDA Terkait dengan AMDAL
    5. Proses Penyusunan dan Penilaian AMDAL, serta Penerbitan Izin Lingkungan
    6. Pengawasan dan Penegakan Hukum (terkait dengan AMDAL): Permen LH 25/2009 dan 07/2010
    7. Etika Penyusun dan Penilai AMDAL: IAIA (International Association for Impact Assessment)
    8. Pengantar Sistem Informasi AMDAL
    9. Evaluasi

    PESERTA

    Peserta Pelatihan adalah peminat lingkungan hidup terutama AMDAL, Konsultan, Swasta, Dinas Instansi terkait.

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Pelatihan Dasar-dasar Audit Syariah

    Pelatihan Dasar-dasar Audit Syariah

    Pelatihan Dasar-dasar Audit SyariahPeranan audit internal dalam sebuah bank adalah sangat penting karena dapat membantu dalam mencapai tujuannya dengan menerapkan pendekatan yang sistematis untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas proses pengelolaan risiko, kecukupan pengendalian serta proses tata kelola, guna memberikan nilai tambah kepada bank tersebut. Bank Syariah memiliki karakteristik berbeda dengan entitas konvensional. Perbedaan karakter tersebut mempengaruhi bentuk dan standar dalam kegiatan pengawasan lembaga Bank Syariah termasuk pelaksanaan auditnya.

    Pelaksanaan audit internal di Bank Syariah dilakukan dalam rangka menjaga kepatuhan terhadap ketentuan internal, eksternal dan aturan Syariah dalam operasional dan kegiatan bisnisnya, sehingga diharapkan dapat mewujudkan bank yang sehat dan mampu berkembang secara wajar serta sesuai dengan prinsip Syariah.

    TUJUAN

    Pelatihan ini ditujukan untuk menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi para peserta dalam melakukan fungsi audit intern di Bank Syariah secara efektif dan efisien.

    OUTLINE MATERI

    1. Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional
    2. Audit dalam Islam
    3. Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank (SPFAIB)
    4. Internal Control dan Internal Audit
    5. Risk Based Auditing
    6. Audit Penghimpunan Dana Bank
    7. Audit Penyaluran Dana Bank
    8. Audit Jasa Perbankan Syariah
    9. Study Kasus

    PARTICIPANT

    * Auditor
    * Supervisor dan Kepala Audit
    * Pegawai dan Pejabat Bank
    * Pegawai dan Pejabat Lembaga Keuangan Syariah
    * Akuntan Publik
    * Mahasiswa dan Dosen
    * Masyarakat Umum

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Pelatihan Dasar AMDAL dan UKL UPL

    Pelatihan Dasar AMDAL dan UKL UPL

    Dasar AMDAL dan UKL UPLTuntutan implementasi pengelolaan lingkungan semakin ketat dan menjadi semakin penting bagi kegiatan dan perusahaan yang wajib AMDAL/UKL-UPL. Hal ini terlihat dengan munculnya UU PPLH No 32 tahun 2009 yang mengatur mulai dari perencanaan lingkungan, implementasi dan pencegahan pencemaran hingga penegakan hukum.

    Seperti yang tertuang dalam UU PPLH No 32 tahun 2009 tersebut, AMDAL menjadi dasar penerbitan izin lingkungan. Izin lingkungan menjadi dasar/mendahului izin usaha dan izin-izin yang lain. Dengan demikian diperlukan pengendalian yang ketat tentang pelaksanaan AMDAL melalui pelaporan RKL-RPL maupun UKL-UPL oleh pemerintah (RI, Provinsi, Kabupaten/Kota). Jika terjadi pelanggaran terhadap AMDAL yang telah ditetapkan, maka dengan sendirinya izin-izin lain yang dikeluarkan setelah AMDAL juga dibatalkan.

    AMDAL/UKL-UPL adalah komitmen dari Perusahaan dalam melakukan pengelolaan lingkungan dan bila komitmen ini tidak dilaksanakan maka termasuk kedalam pelanggaran peraturan. Dalam mengimplementasikan AMDAL/UKL-UPL perusahaan harus memiliki strategi yang tepat agar diperoleh hasil yang optimal. Diperlukan integrasi AMDAL/UKL-UPL dengan pengelolaan lingkungan lainnya seperti: PROPER, ISO 14001, CSR, Sustainable Devolepment, dll. Disamping itu yang tidak kalah pentingya adalah meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia di perusahaan dan pemerintah.

    Kinerja pengelolaan dan pemantauan lingkungan ditunjukkan dalam suatu laporan yang sudah ditentukan periodenya (minimum 6 bulan sekali) oleh pemerintah. Penyampaian laporan yang memadai dan akurat merupakan hal yang diperlukan sebagai alat ukur kinerja lingkungan perusahaan, pertanggungjawaban perusahaan dalam pengelolaan lingkungan, bukti hukum dan informasi bagi masyarakat, pemerintah dan stakeholder lainnya.

    BENEFIT

    Pelatihan ini didesain untuk memenuhi kompetensi sebagai berikut:
    * Peserta pelatihan memahami dasar hukum dan persyaratan pemenuhan AMDAL/UKL-UPL dan konsekwensinya bagi perusahaan.
    * Peserta pelatihan mampu menyusun rencana dan program implementasi AMDAL/UKL-UPL untuk perusahaan.
    * Peserta pelatihan mampu mengenali kriteria keberhasilam implementasi AMDAL/UKL-UPL dan mampu membuat laporan AMDAL/UKL-UPL

    COURSE OUTLINE

    * UU Nomor 32 tahun 2009 tentang PPLH, Ruang lingkup PPLH, pengertian AMDAL, pengertian UKL/UPL, kriteria dampak penting, muatan dokumen AMDAL, penyusun dan penilai dokumen AMDAL
    * Peraturan tentang AMDAL, Istilah dalam AMDAL, fungsi AMDAL, usaha dan/atau kegiatan wajib AMDAL, usaha dan/atau kegiatan bebas AMDAL, usaha dan/atau kegiatan wajib UKL/UPL, tahapan AMDAL
    * AMDAL dan konsekuensi : Dokumentasi ke Implementasi, Issue implementasi AMDAL atau UKL/UPL, posisi AMDAL dalam tahapan proyek, output studi AMDAL, pengelolaan komponen fisik-kimia, hayati, dan sosekbud
    * Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan, Tahapan dalam studi AMDAL, komponen lingkungan komponen kegiatan, metode identifikasi dampak, aspek vs dampak lingkungan, hubungan kegiatan, aspek, dan dampak lingkungan, jenis-jenis aspek lingkungan, tahapan perencanaan lingkungan
    * Implementasi RKL/RPL atau UKL/UPL untuk Media Air, Kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi terkait pengelolaan dan pemantauan kualitas air
    * Implementasi RKL/RPL atau UKL/UPL untuk Media Udara, Kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi terkait pengelolaan dan pemantauan kualitas udara
    * Implementasi RKL/RPL atau UKL/UPL untuk Media Limbah B3, Prinsip pengelolaan limbah B3 dan kewajiban yang harus dipenuhi dalam mengelola limbah B3
    * Pembuatan Laporan RKL/RPL atau UKL/UPL, Dasar dan latar belakang pelaporan, mekanisme pelaporan, sistematika laporan AMDAL
    * AMDAL-PROPER-CSR dan Sustainable Development, Tujuan dan sasaran pengelolaan lingkungan, prinsip CSR, sustainable development dan kriterianya

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Dangerous Good In Air and Sea Transportation Training

    Dangerous Good In Air and Sea Transportation Training

    Pelatihan Dangerous Good In Air and Sea TransportationPelatihan ini dibuat untuk cargo acceptance staff, managers dan cargo specialist perusahaan penerbangan, pelayaran, cargo agents, courier, forwarders dan shippers guna pencerahan dan penambahan pengetahuan serta kecakapan dalam menangani pengiriman dangerous goods mengacu pada ketentuan national dan international. Peserta akan menjadi cakap membuat keputusan dalam penerimaan, penanganan pengiriman dangerous goods memakai transportasi udara mengacu pada aturan national dan international yang berlaku.

    TUJUAN

    * Peserta dapat memahami General Filosofi Dangerous Goods dalam angkutan udara
    * Peserta dapat memahami cara penggunaan buku IATA DGR
    * Peserta mampu menjelaskan kembali mengenai limitation DG
    * Peserta mampu mengklasifikasikan Dangerous Goods berdasarkan sifat dan jenis zatnya.
    * Peserta mampu mengidentifikasi dangerous goods berdasarkan data MSDS, tampilan fisik, packing, proper shipping name maupun UN number dari suatu zat
    * Peserta mampu mengidentifikasi packaging Dangerous Goods
    * Peserta memahami tata cara pengemasan DG sesuai dengan regulasi
    * Peserta mampu mendeskripsikan kembali jenis-2 marking dan labeling yang digunakan pada DG
    * Peserta memahami tata cara dokumentasi Dangerous Goods
    * Peserta memahami cara handling DG sejak dari pabrik, acceptance, storage, build up sampai loading ke pesawat
    * Peserta memahami dan mampu mengungkapkan kembali tata cara handling radioactive material
    * Peserta mampu mengisi Shipper Declaration of DG
    * Peserta mampu mengisi DG Checklist baik untuk radioactive maupun non radioactive

    MATERI

    1. Introduction of Dangerous Goods Regulation

    2. DG philosophy

    * Dasar dasar hukum yang berkaitan dengan DGR (IATA, ICAO, SKEP Menhub)
    * Flowchart Handling DG
    * Filosofi Dangerous Goods
    * Terminologi cargo

    3. Applicability of DGR

    * Shipper Responsibility
    * Operator Responsibility
    * Minimum Requirements for training
    * Acceptance of DG

    + Syarat-syarat penerimaan (acceptance) DG
    + Dokumentasi acceptance

    4. Limitation

    * Forbidden Dangerous Goods
    * Hidden Dangerous Goods
    * DG Carried by Pax & Crew
    * DG in Air Mail
    * DG in Excepted quantity
    * DG in Exempted quantity
    * DG in Limited Quantity

    5. Classification

    * Hazard Classes
    * Packing Group Assignment
    * Q Value
    * Precedence Hazard

    6. Identification

    * Selecting PSN
    * Mixture and Solutions
    * Exercise using DGR book

    7. Packaging specification and Performance

    * Over packs
    * Salvage
    * Limited Quantity
    * Packaging Specifications

    8. Marking and Labeling

    * Types of marking
    * Applicability of hazard marking and labels
    * Hazard label
    * Handling label
    * Exercise

    9. Documentation

    * Air waybill
    * Shipper Declaration
    * Material Safety Data Sheets (MSDS)
    * NOTOC
    * DG Checklist
    * DG Checklist for radioactive material

    10. Handling of DG

    * Emergency procedures
    * Acceptance of DG
    * Storage of DG
    * Segregation of DG

    11. Radio Active Material

    * Limitations
    * Classifications
    * Special Form
    * Low Specific Activity
    * Surface Contaminated Object
    * Fissile Material
    * Low Dispersible Material
    * Packaging
    * Handling

    12. Shipper Declaration of DG

    * Latihan soal-soal mengisi Shipper Declaration

    13. DG Checklist

    * Latihan soal-soal mengisi DG Checklist

    PARTICIPANTS

    * Freight Forwarder, Perusahaan ekspor/impor, Perusahan Logistik, Perusahan chemical, Shipping Line Airline, Perusahaan Jasa Titipan (courier), Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeaan

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Pelatihan Optimasi Portopolio Investasi Dana Pensiun

    Pelatihan Optimasi Portopolio Investasi Dana Pensiun

    Optimasi Portopolio Investasi Dana PensiunTidak dipungkiri bahwa pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Bahwa sejalan dengan hakekat pembangunan nasional tersebut diperlukan penghimpunan dan pengelolaan dana guna memelihara kesinambungan penghasilan pada hari tua dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Keberadaan Dana Pensiun di BUMN/BUMD/Swasta Domistik/Multinasional dan Yayasan mutlak diperlukan, karena merupakan sarana penghimpun dana guna meningkatkan kesejahteraan pesertanya serta meningkatkan peranserta masyarakat dalam melestarikan pembangunan nasional yang meningkat dan berkelanjutan, serta dapat pula meningkatkan motivasi dan ketenangan kerja untuk peningkatan produktivitas. Pusat jadwal training bekerjasama dengan instruktur yang profesional dengan bangga untuk mengadakan kelas training dalam memberikan daya guna dan hasil guna yang optimal dalam penyelenggaraan Dana Pensiun sesuai dengan fungsinya, telah diatur dalam UU Dana Pensiun No. 11 tahun 1992.

    TUJUAN

    * Meningkatkan kesejahteraan para peserta Dana Pensiun
    * Meningkatkan motivasi dan ketenangan dalam bekerja guna meningkatkan produktivitas
    * Mengurangi tingkat turn over dan memberikan rasa aman bagi karyawan di masa pensiun/purna bakti

    MATERI

    1. Introduction UU Dana Pensiun No. 11 Tahun 1992

    2. Syarat Pembentukan Dana Pensiun

    3. Presedur Pembentukan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)

    * Dokumen Persyaratan Permohonan Pengesahan Pembentukan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)
    * Bentuk Dana Pensiun
    * Jenis dan Status Hukum Dana Pensiun
    * Jenis Program Pensiun
    * Kepengurusan Dana Pensiun
    * Dana Pensiun Pemberi Kerja
    * Iuran Dana Pensiun
    * Hak Peserta
    * Kekayaan Dana Pensiun dan Pengelolaannya
    * Pembubaran dan Penyelesaian Dana Pensiun

    4. Sumber Pendanaan

    * Iuran Normal
    * Sumber Utama Kekayaan Dana Pensiun

    5. Jenis Iuran Normal

    * Iuran Normal Pemberi Kerja
    * Iuran Normal Peserta
    * Iuran Tambahan Khusus Untuk Program Pensiun Manfaat Pasti

    6. Proyeksi Cash Flow

    * Cash Flow Operasi
    * Cash Flow Investasi

    7. Kebijakan Portopolio Investasi

    * Jenis Investasi
    * Pilihan Investasi

    8. Kriteria Investasi

    * Payback Period
    * Net Present Value (NPV)
    * Benefit Cost Ratio (BCR)
    * Index Profitabilitas (IP)
    * Internal Rate Of Return (IRR)
    * Return On Investasi (ROI)
    * Return On Equity (ROE)

    9. Simulasi Study Kasus Program Excel

    * Proyeksi Cash Budget
    * Proyeksi Portopolio Investasi
    * Proyeksi Cash Flow Operasi
    * Proyeksi Cash Flow Investasi

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Pelatihan Cyber Public Relations Humas dan Media Sosial (Strategi dan Implementasi)

    Pelatihan Cyber Public Relations Humas dan Media Sosial (Strategi dan Implementasi)

    Pelatihan Cyber Public Relations Humas dan Media SosialBenarkah Media Sosial mampu menaikan atau menjatuhkan pencitraan suatu institusi? Benarkah kemenangan sebuah instansi/perusahaan ditentukan oleh pendukungnya yang melakukan pencitraan di berbagai media sosial? Penguasaan atas arus informasi publik kerap terbuki menjadi alat yang ampuh untuk membentuk opini masyarakat yang pada gilirannya memberikan nilai positif. Keunggulan pelayanan, produk dan jasa tidak lagi menjadi satu-satunya senjata untuk memenangkan pasar dan menjadi top of mind. Arus informasi yang semakin mudah diakses melalui media sosial, memberi kontribusi atas kesalahpahaman informasi ke publik dan berakibat terjadinya penurunan citra terhadap institusi tersebut.

    OBJECTIVE

    1. Memahami perilaku sosial dunia cyber Public Relation
    2. Mampu membangun opini, citra dan merek melalui saluran media sosial online
    3. Mampu mengantisipasi secara cerdas, opini negatif dari saluran media online
    4. Mampu melihat indikator citra dan merek perusahan/lembaga secara berkala
    5. Mampu membina komunikasi di media social

    TRAINING OUTLINE

    1. Strategi Membangun Cyber Public Relation

    * Fenomena dan kecenderungan aktifitas pengguna internet
    * Mengenal dan Memahami aktifitas komunitas sosial online (Media Sosial) kekuatannya
    * Strategi berkomunikasi di media social
    * Teknik dan strategi mengontrol informasi di media sosial
    * Urgensi komunikasi media sosial dalam tingkat kepercayaan perusahaan/lembaga

    2. Strategi dan Implementasi Pencitraan Publik Cyber Public Relation

    * Memilih platform social media yang cocok yang sesuai dengan usaha anda
    * Social media bisa menjadi humas anda untuk membangun kepercayaan public
    * Membawa brand anda untuk menjadi kekuatan anda pada pasar potensial anda
    * Mengatasi krisis kepercayaan dan strategi menyelesaikan krisis di media social
    * Meningkatkan citra dan meraih rekomendasi positif di media social

    3. The Power of Online Video

    * Analisa internal (web internal dan manajemen) dan Indikator citra
    * Mengenal, mempertegas dan mengingatkan merek, opini dan citra perusahaan melalui video

    4. The Power of Facebook

    * Mengenal karakter, ciri dan sifat pengguna facebook
    * SOP Redaksi Online (etika, kebijakan dan relasi)
    * Praktek penulisan : Fitur Notes, Fans Page dan uji tanggap komentar publik
    * PR vs Individu dan management crisis (merek/citra)

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Pelatihan Customer Service Satisfaction For Driver

    Pelatihan Customer Service Satisfaction For Driver

    Training Customer Service Satisfaction For DriverCustomer service adalah salah satu training yang wajib diberikan kepada staff-staff ujung tombak perusahaan yang berhadapan langsung dengan pelanggan. Staff yang memiliki tugas berhadapan langsung dengan pelanggan adalah kunci utama calon pelanggan dan pelanggan mengetahui tentang perusahaan. Citra perusahaan pun dicerminkan dari bagaimana staff tersebut dalam melayani pelanggan termasuk sopir perusahaan / driver yang bertugas melayani tamu perusahaan. Jika kita sebagai pemilik perusahaan, pastinya kita ingin mendapatkan citra baik dari para pelanggan maupun calon pelanggan kita. Namun demikian, terkadang masih banyak yang belum mengetahui tentang customer service satisfaction itu seperti apa.

    Bagi yang belum mengetahui tentang apa itu pelatihan untuk pelayanan pelanggan yang sangat penting untuk staff-staff ujung tombak perusahaan, pelatihan ini akan dijabarkan sedikit mengenai apa saja training yang perlu diberikan dan tentunya beserta dengan efek apa yang akan didapatkan oleh perusahaan dengan memiliki staff yang sudah memahami tentang teknik pelayanan pelanggan tersebut.

    BENEFIT

    * Mempunyai sikap dan kemampuan yang mantap untuk melaksanakan pelayanan kepada pihak internal dan eksternal
    * Mempunyai kemampuan untuk bersikap proaktif, bersikap dan berkomunikasi dengan empati dan assertif, sopan dan santun, serta dapat membina hubungan baik dengan internal dan eksternal customer
    * Komunikasi yang baik dan lancar

    OUTLINE MATERI

    1. Landasan pencapaian customer service (CS)
    2. Sikap profesional
    3. Customer satisfaction
    4. Penyebab pelanggan meninggalkan kita
    5. Excellent service
    6. Customer expectations
    7. 5dimensi penting dalam pelayanan jasa
    8. Dimensi – dimensi pelayanan
    9. Kemampuan & keterampilan dalam customer service
    10. Komunikasi yang efektif
    11. Kiat – kiat dalam memberikan excellent customer service
    12. Pengembangan citra diri
    13. Handling customer complaint
    14. Human relations
    15. Motivasi
    16. Loyality
    17. Beberapa hal yang sangat diperlukan oleh sopir perusahaan yang akan langsung berhadapan dengan konsumen / tamu perusahaan antara lain :

    * Sapaan ramah kepada pelanggan
    * Menunjukan lokasi-lokasi produk kepada pelanggan
    * Berikan bantuan yang tulus kepada pelanggan
    * Menguasai tehnik mengendara yang baik dan mengikuti peraturan dalam mengendarai kendaraan yang dibawa.
    * Menjaga dan memelihara kendaraan

    TARGET

    * Staff driver dan petugas yang berhubungan langsung dengan pelanggan
    * Humas, Driver, Protokol, Operator, Customer Service
    * Sekretaris, Administrasi
    * Supervisor

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

     

    Instructor by : Syafarudin Alwi

  • Customer Service for Hospital Training

    Customer Service for Hospital Training

    Customer Service for Hospital TrainingSeiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, maka pelayanan menjadi hal penting dan strategis untuk diperhatikan. Terlebih pelayanan medis di rumah sakit. Tanpa memperhatikan pelayanan yang baik terhadap konsumen/ pasien/ client, mereka tidak akan pernah datang lagi. Bahkan sangat mungkin akan bercerita kepada keluarga, saudara atau teman temannya.

    Pelayanan yang baik akan diceritakan. Begitupun pelayanan yang jelek akan diceritakan. Tidak hanya bercerita secara konvensional, social media pun sering dijadikan sarana untuk menumpahkan unek unek ketidakpuasan. Tidak sedikit contoh nyata yang pernah kita dengar. Termasuk contoh kasus ketidakpuasan pelayanan sebuah rumah sakit yang membuat heboh media massa, dan berakhir di pengadilan.

    Semua rangkaian itu merupakan pengantar naratif akan pentingnya sebuah pelayanan. Baik ditinjau dari sisi kepuasan client, sugesti pasien, bahkan pencitraan lembaga pelayanan akan sangat dipertaruhkan oleh baik atau tidak baiknya sebuah pelayanan. Apalagi saat ini, fungsi pelayanan bukan hanya tugas tanggung jawab customer service saja, tapi menjadi tanggung jawab yang melekat di pundak seluruh karyawan rumah sakit. Oleh karena itu, membekali karyawan rumah sakit tentang Customer Service menjadi urgent dan important, untuk meningkatkan kompetensi dan mutu pelayanan.

    TUJUAN

    * Memahami ruang lingkup dan manfaat pelayanan yang baik di rumah sakit untuk meningkatkan kualitas jasa medis, kepuasan client, sugesti pasien dan coorporate image.
    * Mampu mempraktikan pelayanan yang baik dalam kegiatan kerja sehari hari, sehingga kualitas pelayanan kesehatan akan semakin meningkat dan secara nyata dirasakan oleh setiap pasien.

    MATERI

    * Pengertian dan Fungsi Customer Service
    * Tantangan dan Prospek Masa Depan
    * Hospitality Service Culture
    * Services Communication
    * Pengaruh Pelayanan Medis
    * Sugesti Pasien
    * Pencitraan Dokter, Perawat, & RS
    * Kepuasan Pasien & Keluarga
    * Complaint Handling
    * Services Approach
    * Information Approach
    * Psychology Approach
    * Crucial Point
    * Simulation
    * Know our Customer

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Pelatihan Customer Service Excellent Based On Marketing Research Indicator (MRI) Standart

    Pelatihan Customer Service Excellent Based On Marketing Research Indicator (MRI) Standart

    Customer Service Excellent Based On Marketing Research Indicator (MRI) StandartSalah satu tolak ukur yang digunakan dalam pengukuran standar pelayanan adalah melalui Marketing Research Indicator (MRI) survey. Berdasarkan hal tersebut, bank dengan standar layanan prima akan memperoleh nilai yang baik berdasarkan survey MRI. Dalam penilaian service, bukan hanya customer service dan teller saja yang dinilai tapi juga aspek security, aspek tangible (tampilan bank) dan juga service layanan telepon pada bank tersebut (bukan call center tapi cabang atau KCP terkait). Hal tersebut kemudian akan berdampak pada peningkatan image bank serta indeks kepuasan pelayanan terhadap nasabah.

    Biasanya pada CS, teller dan security yang dinilai adalah sikap melayani, penampilan dan skill ditambah cross selling (penjualan silang atau menawarkan produk lain) pada CS. Aspek tangible yang dinilai adalah peralatan bank, kenyamanan ruangan, ATM, musholla dan toilet. Untuk skill customer service dibagi tiga kondisi yang dinilai yakni pembukaan rekening, komplain dan tutup rekening. Sedangkan pada teller, rincian yang dinilai adalah waktu antri, ijin ketika menghitung uang, ketelitian pada slip setoran, cara menghitung uang, konfirmasi jumlah uang yang diterima dan waktu transaksi

    Pelatihan customer service merupakan program pelatihan yang telah disesuaikan dengan salah satu komponen penilaian dalam MRI survey yakni kecakapan customer service seperti bagaimana melayani, menjual, memberikan solusi, serta melakukan cross selling produk dan jasa bank.

    BENEFIT

    Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu berkomunikasi dan melayani dengan baik dan benar ke berbagai tipe nasabah. Selain itu, juga mampu melaksanakan cross selling dan mengatasi berbagai keluhan dari nasabah dalam proses menjalin hubungan jangka panjang yang disesuaikan dengan standar penilaian MRI survey.

    MATERI

    1. Memahami Bisnis dan Service di Perusahaan

    * Persepsi yang benar tentang bisnis dan service
    * Fakta-fakta seputar service dalam bisnis Who is your customer?
    * Sudut Pandang Customer External dalam melihat Pelayanan dengan metode SMS Solution, Mood, Sense
    * Pemahaman tentang kepuasan pelanggan, Business Process

    2. Prinsip Membangun, Memelihara, dan Mengembangkan Hubungan Dengan Nasabah

    3. Excellent Frontline Services

    * Frontliner dengan kesan pertama yang profesional
    * Tanggung jawab frontliner dalam wujud integritas, kualitas, akuntabilitas, transparansi, penerimaan, pro aktif, ramah tamah, dan beretika
    * Meningkatkan keandalan frontliner untuk memberikan pelayanan yang lebih profesional
    * Perilaku kerja frontliner yang hadir, menyelesaikan dan menyerahkan pelayanan dengan tepat waktu dan berkualitas
    * Meningkatkan kualitas pelayanan dan kontribusi untuk rutinitas di tempat kerja
    * Menjadikan keandalan diri sebagai aset yang dapat meningkatkan pelayanan perusahaan

    4. Tipe, Cara Melayani, Berkomunikasi dan Cross Selling

    5. Mengelola Pelayanan, Nasabah, dan Orang-Orang dengan Kualitas Terbaik

    * Mengelola pelayanan dengan nilai, sistem, dan etos kerja perusahaan
    * Mengelola orang-orang di sekitar frontline dengan motivasi dan gairah kerja
    * Mengelola, mencegah, menyelesaikan potensi konflik antara nasabah dengan petugas frontline
    * Kiat-kiat penanganan terhadap orang-orang atau nasabah yang sulit diatur
    * Mengorganisir pekerjaan dan tanggung jawab frontline dengan efektif dan produktif
    * Mengembangkan dan meningkatkan sikap, perilaku, dan mental positif di garda depan perusahaan
    * Mengelola stres, marah, dan emosi negatif lainnya agar tidak merusak proses pelayanan ke nasabah

    6. Mendengarkan dan Merespon Nasabah

    * Faktor penentu kualitas layanan yang dirasakan nasabah
    * Manajemen menunggu/antri
    * Mengenal karakter nasabah
    * Layanan kapan saja, di mana saja
    * Keterampilan komunikasi suara tanpa tatap muka
    * Berkomunikasi secara efektif dengan bahasa tubuh dan kata-kata positif
    * Etiket penampilan pribadi dalam pelayanan
    * Merawat pelayanan dengan kualitas dan keunggulan
    * Kode etik untuk keunggulan layanan
    * Konsep layanan berbasis teknologi dan keamanannya

    7. Handling Customer Complain (Menangani Berbagai Keluhan Nasabah)

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Pelatihan Customer Service Excellent and Handling Customer Complaint

    Pelatihan Customer Service Excellent and Handling Customer Complaint

    Customer Service Excellent and Handling Customer ComplaintMelihat dan mengingat perkembangan zaman serta persaingan bisnis yang semakin ketat seperti saat ini, perusahaan harus bekerja lebih keras dalam mencuri hati pelanggan dan mewujudkan kepuasan pelanggan atas produk/jasa yang diberikan oleh perusahaan terkait. Pelayanan yang baik kepada pelanggan akan memberikan kepuasan pada pelanggan tersebut sehingga pelanggan menjadi tertarik dan percaya akan produk dan jasa yang ditawarkan.

    Dengan kepercayaan dan loyalitas pelanggan tersebut maka perusahaan terkait akan dapat bertahan dan bersaing ditengah ketatnya persaingan competitor dan kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Interaksi dan jalinan hubungan yang baik dengan pelanggan merupakan salah satu kunci kesuksesan perusahaan dalam meningkatkan pendapatan mereka.

    Pelayanan prima tidak lagi menjadi keunggulan/kelebihan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan kepada pelanggan mereka. Saat ini, pelayanan prima telah menjadi keharusan yang dimiliki perusahaan guna memberikan kepuasan kepada pelanggan terkait. Oleh karenanya, peningkatan kualitas layanan seharusnya dilakukan secara berlanjut kepada seluruh karyawan/personil perusahaan.

    Setiap personil di semua tingkatan/divisi perusahaan harus memahami secara tepat teknik dalam memberikan pelayanan prima bagi pelanggan. Melalui proses pembelajaran ini para peserta dilatih untuk memahami siapa pelanggan mereka, apa kebutuhan pelanggan mereka, dan bagaimana melayani dan memberikan kepuasan kepada pelanggan.

    Dalam setiap kegiatan atau pelayanan yang diberikan oleh perusahaan, tentunya tidak terlepas dari complaint pelanggan yang merasa kurang atau tidak puas akan produk/jasa/pelayanan yang diberikan. Oleh karenanya, guna melakukan pengembangan perusahaan/organisasi yang berorientasi pada kepuasan pelanggan (service excellence), maka keterampilan menangani komplain pelanggan merupakan keterampilan yang sangat penting dan wajib untuk dimiliki.

    PURPOSE

    1. Memahami definisi dan konsep customer service excellent
    2. Memahami kebutuhan pelanggan dan hal apa saja yang menjadikan kepuasan serta loyalitas pelanggan
    3. Memahami service dari sudut pandang customer
    4. Memahami tipe-tipe konsumen dan teknik menghadapinya
    5. Memahami teknik meningkatkan motivasi diri
    6. Mengerti dan memahami tahapan serta teknik pelayanan yang prima (service excellent)
    7. Mengerti dan memahami teknik menjadi pribadi yang menyenangkan dan menarik pelanggan
    8. Mengerti teknik dalam membangun sikap positif dalam diri
    9. Mengerti dan memahami teknik dalam menghadapi komplain pelanggan
    10. Mengerti dan memahami pelanggan yang sulit serta mengatasi kesulitan pelanggan tersebut dan mengubahnya menjadi pelanggan yang loyal
    11. Menjadikan complaint pelanggan sebagai pembangun semangat kerja.

    MATERI

    1. Definisi dan Hubungan Customer Service Excellent dan Complaint

    2. Teknik Mengenal dan Memahami Pelanggan

    3. Mengenali Harapan dan Emosi Pelanggan

    4. Ruang Lingkup Pelayanan

    * Definisi Pelayanan
    * Konsep Pelayanan
    * Aturan dalam Pelayanan

    5. Service Excellent (Pelayanan Prima)

    6. Definisi Excellence

    * Pelayanan yang Exellence yang Continue
    * Teknik Pelayanan Prima

    7. Teknik Komunikasi

    * Komunikasi Efektif, Empati dan Asertif
    * Teknik Menjaga Emosi
    * Teknik Menelfon
    * Teknik Body Language Dalam Komunikasi
    * Teknik Effective Listening and Answering Question
    * Gaya Komunikasi Efektif
    * Teknik Komunikasi dan Etika

    8. Handling Complaint

    * Memahami Komplain Pelanggan
    * Faktor dan Dampak Kegagalan Menangani Komplain
    * Teknik Menghadapi Komplain Pelanggan
    * Teknik Analisa Complain Pelanggan
    * Teknik Menjadikan Komplain Sebagai Proses Pengembangan Pelayanan dan Membangun Semangat/Motivasi Kerja
    * Pembangunan Sistem Penanganan Keluhan Pelanggan

    9. Communication and Interpersonal Skill dalam Menghadapi Complaint

    10. Teknik Evaluasi dan Mengukur Kepuasan Pelanggan

    11. Teknik Menangani Pelanggan yang Kecewa : Mengapa dan Bagaimana Pelanggan Dapat Kecewa

    12. Studi Kasus Tujuan dan Manfaat Service Excellence

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Pelatihan Customer Service Excellent and Communication Skill

    Pelatihan Customer Service Excellent and Communication Skill

    Customer Service Excellent and Communication SkillPelatihan ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai bagaimana memperlakukan pelanggan sehingga merasa puas. Keterampilan hubungan personal dan memahami aspirasi konsumen termasuk di dalamnya bagaimana memperlakukan konsumen yang kecewa terhadap produk dan pelayanan yang diberikan.

    Communication skill juga menjadi salah satu kunci keberhasilan pelayanan publik, agar dapat memberikan pelayanan yang baik dan efektif, diperlukan suatu teknik dan etika berkomunikasi dengan orang lain, baik melalui lisan dan tertulis di dalam internal organisasi dan pihak eksternal. Maka dari itu dalam training ini akan menjelaskan tentang bagaimana cara berkomunikasi dengan orang lain secara lisan dan tertulis sesuai dengan etika dan batasan dalam komunikasi agar kesalahpahaman dapat terhindarkan.

    BENEFIT

    1. Meningkatkan teknik untuk membangun keterampilan komunikasi yang efektif
    2. Memahami etika dalam berkomunikasi, baik etika komunikasi langsung maupun melalui internet, baik komunikasi verbal maupun non verbal
    3. Memahami bagaimana mengelola emosi secara positif untuk membangun komunikasi efektif antar anggota organisasi

    OUTLINE MATERI

    1. Mengambil Hati Pelanggan

    * Membina Hubungan dengan Pelanggan
    * Ancaman bagi Kepuasan Pelanggan
    * Rahasia Memenangkan Kerjasama

    2. Langkah-langkah Agar Pelayanan Bermutu

    3. Konsep dan Teknik Komunikasi Pelayanan Prima

    * Konsep dan Manfaat Pelayanan Prima
    * Karakter Pelayanan Publik
    * Teknik Menjaga Emosi dan Menghadapi Pelanggan Complaint
    * Komunikasi Birokrasi

    4. Etika dan Sikap dalam Communication Skill

    * Etiket dalam Pelayanan Publik
    * Sikap dalam Pelayanan Publik
    * Etika Komunikasi Berhubungan dengan Teknologi Informasi

    5. Mengukur Kepuasan Pelanggan dan Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Customer Service Excellent Training

    Customer Service Excellent Training

    Customer Service Excellent TrainingSalah satu kunci sukses dari keberhasilan dalam meningkatkan penjualan adalah dengan berinteraksi dan menjalin hubungan baik dengan customer, dengan cara memberikan pelayanan yang memuaskan. Dengan berinteraksi dapat membangun kesempatan untuk mempromosikan produk, layanan dan perusahaan. Namun tidak mudah bagi pihak perusahaan untuk menjalankannya. Sukses dalam menciptakan kepuasan pelanggan sangat tergantung dari tingkat keahlian Customer Service. Dalam pelatihan ini akan dibahas bagaimana meningkatkan keahlian peserta menjadi Customer Service yang handal.

    MATERI

    1. Memahami Customer Service Excellent

    * Konsep dasar Customer Service
    * Peran Customer Service

    2. Memberikan Pelayanan Terbaik

    * Sepuluh perintah layanan pelanggan terbaik
    * Meningkatkan kemampuan dalam memberikan layanan pelanggan yang efektif

    3. Memahami Pelanggan

    * Kebutuhan pelanggan
    * Mengapa pelanggan berpindah ke pelayanan yang lain
    * Bagaimana menangani pelanggan
    * Bagaimana menangani pelanggan yang sulit

    4. Penanganan Keluhan/Complain

    * Proses penanganan pengaduan
    * Memahami pelanggan point of view
    * Membangun hubungan dengan pelanggan

    5. Latihan/Exercise

    6. Etiket Customer Service Excellent

    * Tujuan
    * Fungsi

    7. Role Play 1 – Bagaimana Cara Memberikan Pelayanan Terbaik

    8. Keterampilan Dasar Tiap Peserta Customer Service Excellent

    * Penampilan
    * Sikap
    * Bahasa
    * Bahasa tubuh
    * Perilaku

    9. Role Play 2 – Bagaimana Cara Memberikan Pelayanan

    10. Wrap Up

    * Apa yang boleh lakukan dan tidak boleh dilakukan pada layanan pelanggan
    * Customer Service Excellent di beberapa perusahaan

    TARGET PESERTA

    Semua karyawan di bagian garda depan/bagian pelayanan pelanggan

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Customer Service Excellence Training

    Customer Service Excellence Training

    Training Customer Service ExcellenceKesadaran urgensi Customer Service Excellence atau pelayanan prima adalah kesadaran yang harus ditumbuhkan di setiap level dan lini dalam organisasi, karena jika tidak maka akan muncul semacam inkonsistensi dan pemahaman yang parsial sehingga pada akhirnya kurang memberikan pengaruh secara substantif terhadap kepuasan pelanggan. Hal ini dapat dilakukan jika pemahaman pelayanan prima benar-benar dipahami oleh sebagaian besar personil organisasi di setiap level dan lini. Berangkat dari pemahaman yang tinggi dan dipahami secara bersama oleh semua anggota organisasi, maka implementasi pelayanan prima menjadi lebih mudah, membudaya dan dalam kondisi yang ideal hal tersebut menjadi sebuah kebutuhan dan bukan menjadi sebuah kewajiban.

    Pemahaman pelayan prima harus dibangun dengan memahami terlebih dahulu siapa pelanggan organisasi yang sesungguhnya. Pengertian bahwa pelanggan bisa berasal dari eksternal maupun internal, akan memberikan dorongan untuk memberikan layanan yang prima bukan hanya untuk pelanggan eksternal, tetapi juga bagi pelanggan internal yang juga tidak kalah penting.

    BENEFIT

    1. Memahami urgensi customer service excellence sebagai sebuah kebutuhan untuk peningkatan kinerja organisasi.
    2. Mampu mengidentifikasi, menciptakan dan menilai kepuasan pelanggan dari layanan yang diberikan kepada pelanggan (eksternal maupun internal).
    3. Mampu mengimplementasikan customer service excellence yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan dalam menjalankan setiap pekerjaannya.

    OUTLINE MATERI

    1. Pengertian Umum Customer Service Excellence dan Service Excellence Awareness
    2. Menggali dan Memahami Harapan Pelanggan
    3. Memahami dan Membangun Employee Service Champion
    4. Faktor & Dimensi Kualitas Pelayanan
    5. Teknik Pelayanan
    6. Knowledge : Pentingnya Menguasai Product Knowledge, Wawasan luas
    7. Skills : Keterampilan, Ketelitian, Ketepatan, Kerapihan
    8. Interpersonal Communications Skills (Active Listening & Assertiveness)
    9. Teknik Citra Diri
    10. Teknik Pendampingan Pelanggan
    11. Teknik Penyampaian Informasi
    12. Teknik Problem Solving
    13. Teknik Memberikan Lebih
    14. Menjaga Sikap Positif
    15. Teknik Pengesanan Akhir
    16. Respon yang Tanggap
    17. Emotional Intelligence (EQ) for Service Excellence
    18. Handling Complaint : Menghadapi Pelanggan yang Sulit, Marah, dan Agresif
    19. Membangun Hubungan Jangka Panjang dengan Pelanggan
    20. Studi Kasus dan Diskusi

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

     

    Instructor by : Ratna S