Tag: Dikat SDM

  • CSR dan Community Development Training

    CSR dan Community Development Training

    Pelatihan CSR dan Community DevelopmentFokus program CSR dalam pemerhatiannya terhadap masyarakat kurang mampu atau masyrakat miskin (pro poor) dilakukan agar tujuan atau sasaran sesuai dengan peruntukannya. Maka dari itu Training ini akan membahas tentang bagaimana menyusun rencana, pelaksanaaan dan monitoring program CSR yang memfokuskan pada peningkatan ekonomi untuk masyarakat kurang mampu (Pro Poor). Diharapkan penyusun program CSR dapat membuat program-program yang partisipatif, bermanfaat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan berkelanjutan, sehingga dapat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

    BENEFIT

    Peserta memahami dan dapat menyusun rencana, pelaksaanaan dan monitoring Evaluasi (MONEV) program CSR untuk pemberdayaan masyarakat kurang mampu (Pro Poor).

    OUTLINE MATERI

    1. Ruang lingkup CSR dan Community Development Program
    2. Langkah Penyusunan Program CSR
    3. Need Assessment
    4. Merencanakan Program CSR (Planning )
    5. Pemetaan Potensi dan Hambatan
    6. Membuat Kerangka Program (Logframe)
    7. Merencanakan Kegiatan Dalam Program
    8. Studi Kasus dan Praktek

    PARTICIPANT

    Manajer dan staff public relations, corporate secretary, corporate communications atau karyawan lain yang menjalankan fungsi public relations untuk menjaga citra perusahaan dan produknya, Divisi/bagian yang merancang dan atau melaksanakan program program CSR, Dinas/kantor pemerintah yang menjadi mitra dalam pelaksanaan CSR perusahaan, serta masyarakat umum yang berminat dengan program ini.

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

     

    Instructor by : Hanifah

  • Pelatihan CSR dan Pencitraan Publik Di Media

    Pelatihan CSR dan Pencitraan Publik Di Media

    Pelatihan CSR dan Pencitraan Publik Di MediaCSR sebagai bagian dari pertanggungjawaban social profitable company kepada stakeholder eksternal perlu di manajemen dengan baik dan benar, sehingga dihasilkan dampak yang meningkatkan branding maupun positioning perusahaan, bukan sekedar Charity Program perusahaan. Selain itu, manajemen CSR juga harus mampu memberikan dampak positif terhadap stakeholder internal, dimana CSR harus sesuai dengan value chain operasional perusahaan & memeberikan dampak positif serta menjadi alat marketing yang powerfull bagi perusahaan dimasa mendatang.

    Kegagalan berkomunikasi akan melahirkan ketidakpercayaan kepada konsumen/publik. Inilah yang menjadi acuan bagi setiap lembaga/perusahaan untuk terus menjalin komunikasi yang baik kepada publik melalui bidang komunikasi dan kehumasan. Apabila ini idak lakukan, akan berakibat penurunan citra dan krisis kepercayaan publik kepasda lembaga/perusahaan itu sendiri.

    Pencitraan publik berkaitan dengan usaha organisasi untuk mengelola dan melindungi citra atau reputasi publiknya. Kita tidak dapat membangun brand tersebut. Tingkat kepercayaan di media sosial sudah bergeser dari para pakar ke rekomendasi publik yang tidak dikenal satu sama lainnya. Pemilihan publik pada layanan/produk lembaga/perusahaan, akan ditentukan oleh seberapa banyak publik di media sosial memberi rekomendasi, bukan lagi dibebankan pada para pakar yang memahami persoalan. Jika publik banyak yang tidak merekomendasi, maka pilihan produk lembaga/perusahaan akan mendapat rekomendasi negatif.

    Dalam model masyarakat baru seperti itu, peran humas pun ikut berubah. Tantangannya jauh lebih besar dan lebih kompleks, sehingga dibutuhkan strategi PR/Humas yang berbeda dibanding era-era sebelumnya. Bagaimana PR/Humas mengelola dan mengantisipasi gejolak perubahan ini?

    OBJECTIVE

    * Menyusun rencana, pelaksanaan, monitoring & evaluasi program
    * Membuat laporan CSR yang Sustainable Development
    * Mengimplementasikan Proyek-Proyek “COMDEV-CSR”
    * Mengaplikasikan Corporate Reputation Management
    * Melakukan lobi & negosiasi dengan pihak internal/ekternal secara professional
    * Mempunyai ketrampilan berkomunikasi dan menyelesaikan konflik kepentingan dengan berbagai pihak

    PENCITRAAN PUBLIK

    * Menganalisis kekuatan media sosial untuk pencitraan public
    * Strategi menumbuhkan kepercayaan publik di media social
    * Strategi menyelesaikan krisis komunikasi di media social
    * Membangun citra instansi/ perusahaan secara berkelanjutan
    * Meraih keuntungan perusahaan/lembaga melalui media social
    * Membangun Government Relations untuk mendukung keberlangsungan perusahaan/instansi

    TRAINING OUTLINE

    1. Pengembangan dan Pelaksanaan Program CSR

    * Manajemen CSR, Konsep Comdev & charity program
    * Pengembangan konsep CSR ke Customer Social Mangement
    * Perencanaan, Pelaksanaan, evaluasi, pelaporan program
    * Komunikasi CSR, kerjasama media dan Strategi upgrading
    * Stakeholder Satisfaction dan pengembangannya

    2. Performance Measurement (Pengukuran Kinerja) CSR

    * Pengukuran Kinerja: indicator program & tujuan strategis, metode, analisis data dan interpretasi hasil,
    * CSR Budgeting dan Menghitung Hasil Investasi CSR,
    * Hubungan CSR dengan Good Corporate Government,
    * Peran penting dan Fungsi Utama Government Relations,
    * Studi kasus : keberhasilan dan kegagagalan program CSR

    3. Fenomena Media Sosial dan Komunitas Sosial Online

    * Fenomena & kecenderungan aktifitas pengguna internet
    * Komunitas sosial online (media sosial) dan kekuatannya
    * Strategi berkomunikasi yang efektif di media social
    * Urgensi komunikasi media sosial dalam tingkat kepercayaan perusahaan/lembaga

    4. Strategi dan Implementasi Pencitraan Publik di Media Sosial

    * Memilih platform social media untuk perusahaan/instansi
    * Social media menjadi PR/Humas untuk pencitraan public
    * Mengatasi krisis kepercayaan & stategi memulihkan di media social
    * Meningkatkan citra dan meraih rekomendasi positif di media social
    * Membawa brand menjadi kekuatan pada pasar potensial

    TRAINING METHOD

    Presentation, Discussion, Case Study, Evaluation

  • Pelatihan CSR Melalui Media Massa

    Pelatihan CSR Melalui Media Massa

    Training CSR Melalui Media MassaHambatan perusahaan dalam mengkomunikasikan CSR biasanya dalam menyusun pesan dan meyakinkan khalayak. Disinilah media massa kemudian dianggap memiliki kekuatan untuk mempengaruhi opini khalayak dan menimbulkan citra bagi pihak-pihak yang diberitakannya. Melalui pemberitaan CSR yang dilakukan media, pemberitaan tersebut bisa membentuk opini publik di masyarakat. Akhirnya, opini publik yang dibangun melalui media dapat mempengaruhi stakeholder lainnya.

    BENEFIT

    * Memahami Komunikasi CSR melalui media massa
    * Peserta mampu merancang strategi komunikasi dan mengkomunikasikan CSR melalui media massa

    OUTLINE MATERI

    1. Komunikasi Massa,,
    2. Lebih dekat dengan Media Massa,
    3. Proses Komunikasi melalui Media Massa,
    4. Stakeholder Relevant & Message,
    5. Mengelola hubungan dengan Media massa,
    6. CSR Melalui Berita dan Opini,
    7. Press Release and Advertorial Strategy,
    8. Radio Talkshow,
    9. Iklan Korporat dan Strategi,
    10. Create CSR Documentary Movies,

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

     

    Instuctor by : Ayu Cornelia

  • Pelatihan Cycle Time Reduction for Higher Profits and Productivity

    Pelatihan Cycle Time Reduction for Higher Profits and Productivity

    Cycle Time Reduction for Higher Profits and ProductivityEffective management and control now stands at the core of every successful organization as they strive to increase productivity and profitability in the new era where terms such as globalisation and open markets are common. But what kind of techniques are going to be helpful and in what direction? Operationally at least, ideas such as cycle time, line balancing, and work measurement have been proven to be successful if applied correctly. Cycle time reduction would lead to cost reduction in the areas of labour, overtime, WIP, space, even frustration, to mention a few. This course aims to equip not just the knowledge but the practicality of improving productivity and profit using cycle time.

    Contents

    • Cycle Time Reduction Concepts
    • How to Spot and Calculate Cycle Time
    • Cycle Time as a Control Point in Handling and Managing
    • Line Balancing
    • Machine Interference
    • Cycle Time Goals
    • What Drives Productivity
    • Types of Production

     

    Peserta

    Peserta dapat diikuti oleh semua yang tertarik pada bidang ini. Selain itu juga dapat diikuti oleh semua yang ingin mengatahui dan mendalami tentang bidang ini.

  • Pelatihan CSR dan Community Development : Monitoring and Evaluation

    Pelatihan CSR dan Community Development : Monitoring and Evaluation

    Training csr dan community developmentProgram Corporate Social Responsibility dan Community Development merupakan investasi jangka panjang yang berguna untuk meminimalisasi risiko sosial, serta berfungsi sebagai sarana meningkatkan citra perusahaan di mata publik. Salah satu implementasi program CSR adalah dengan pengembangan atau pemberdayaan masyarakat (Community Development). Agar program ini sukses, maka diperlukan strategi, konsep, panduan program CSR beserta evaluasi dan monitoring (Monev). Kegiatan monev merupakan kegiatan yang sering tidak mendapatkan perhatian yang penuh sehingga menyebabkan kegagalan program.

    Program monev ditujukan untuk mengukur kinerja perkembangan dan keberhasilan program. Monitoring dan evaluasi dapat dijadikan instrumen untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya kegagalan dan konflik. Hal ini merupakan bagian dari proses continual improvement dalam meningkatkan kinerja program, dengan membangun koordinasi dan sinergitas antar Stakeholder terkait. Training ini akan membahas tentang program CSR, Community development dan program monitoring dan evaluasinya.

    TUJUAN

    Peserta memahami tentang bagaimana melakukan monitoring dan evaluasi program CSR dan Community Development (COMDEV).

    MATERI

    1. Program Corporate Social Responsibility (CSR)/COMDEV

    * Pengertian (CSR)/COMDEV
    * Alasan perlunya menerapkan CSR dan Manfaat CSR/COMDEV
    * Hubungan CSR/COMDEV dengan Good Corporate Governance

    2. Pelaksanaan Program CSR/COMDEV

    * Prinsip-prinsip dan landasan program CSR/COMDEV
    * Tahapan pelaksanaan program: Perencanaan, implementasi, evaluasi, pelaporan
    * Strategi pelaksanaan ; menentukan target khalayak, bekerjasama dengan media, event management
    * Antisipasi dan solusi hambatan pelaksanaan program CSR

    3. Program Monitoring dan Evaluasi Program CSR/COMDEV

    * Metode dan tools monitoring dan evaluasi
    * Mengembangkan monitoring evaluasi partisipatif (Multi-Stakeholders)
    * Perencanaan monitoring evaluasi
    * Memanfaatkan hasil monitoring evaluasi program CSR/COMDEV

    PESERTA

    * Manajer dan staff public relations, corporate secretary, corporate communications atau karyawan lain yang menjalankan fungsi public relations untuk menjaga citra perusahaan dan produknya
    * Unit kerja yang terkait dengan CSR/COMDEV dari berbagai instansi

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Pelatihan CSR and Community Development Program : Monitoring and Evaluation

    Pelatihan CSR and Community Development Program : Monitoring and Evaluation

    Pelatihan csr and community developmentCSR programs focus on disadvantaged communities or poor society done for the purpose or objectives in accordance with its objectives. Therefore this training will discuss how to plan, implementation and monitoring CSR program that focuses on improving the economy for disadvantaged communities. Expected constituent CSR program can make programs participatory beneficial to increase social welfare and sustainable, so as to assist the government in alleviating poverty.

    GOALS

    Participants understand and be able to plan, monitoring and evaluation of implementation of CSR programs for the empowerment of the poor.

    OUTLINE

    * The scope of CSR and Community Development Program
    * Steps of CSR Program
    * Need Assessment
    * CSR planning program
    * Mapping the potential and barriers
    * Make the framework program (logframe)
    * Planning activities within the program
    * Case Studies and Practice

    PARTICIPANTS

    Managers and staff of public relations, corporate secretary, corporate communications or other employees who perform the function of public relations to maintain the image of the company and its products, division/section or designing and implementing CSR programs, the Department/Government offices who become partners in the implementation of CSR, as well as the general public who are interested in this program.

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

     

    Instructor by : Riyanti W and team

  • CSR Sustainability Program and Reporting System Training

    CSR Sustainability Program and Reporting System Training

    CSR Sustainability Program and Reporting SystemCSR (Corporate Social Responsibility) telah mengalami perkembangan sedemikian rupa. Banyak industri semakin menyadari pentingnya CSR adalah untuk keberlanjutan bisnis mereka, kekuasaan sehingga mengalokasikan dan biaya yang tidak sedikit untuk program ini, termasuk industri minyak dan gas. Evaluasi program CSR dalam sistem manajemen, penting untuk mengukur keberhasilan dan efektivitas. Evaluasi ini juga penting untuk mengetahui peran yang program CSR telah dilaksanakan untuk memberikan efek kepada para pemangku kepentingan. Untuk alasan ini pemahaman CSR dan metodologinya indikator evaluasi menjadi penting bagi penggiat program CSR ini.

    Persepsi para pihak pada pelaksanaan program CSR juga bergantung pada paket pelaporan. Dalam hal ini telah mengembangkan berbagai standar perilaku dan pelaporan CSR dalam bentuk pelaporan keberlanjutan. “Laporan Keberlanjutan” adalah istilah yang luas dianggap identik dengan lainnya yang digunakan untuk menggambarkan pelaporan pada dampak ekonomi, lingkungan dan sosial (misalnya triple bottom line, tanggung jawab perusahaan pelaporan, dll).

    Selain Program Penilaian Peringkat Kinerja (PROPER) sebagai pedoman ISO 26000 dan Global Reporting Initiative (GRI) adalah alat (pelaporan pedoman) yang berfokus pada standarisasi pelaporan tanggung jawab sosial dan keberlanjutan.

    Melalui pelatihan ini diharapkan untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan dari CSR metode evaluasi program. Di samping bahwa untuk mengkaji lebih dalam tentang bagaimana membuat laporan keberlanjutan baik berdasarkan pedoman GRI. Diharapkan pemahaman ini akan meningkatkan kapasitas bisnis (perusahaan) dalam kerangka pelaporan keberlanjutan.

    MATERI

    1. CSR Prinsip Dasar dan Ikhtisar

    * Definisi CSR dan CD Posisi dalam Pembangunan Berkelanjutan
    * Standar CSR : ISO 26000, GRI dan IFC
    * Peraturan CSR/CD di Indonesia
    * Pelaksanaan CSR Tipologi di Indonesia

    2. Program CSR Evaluasi

    * Mengapa perlu CSR Evaluasi/CD Program
    * Perencanaan Evaluasi
    * Bagaimana Evaluasi CSR/CD Program: Metode dan Alat-alat
    * Bagaimana Membuat Indikator Program
    * Menggunakan Evaluasi Hasil untuk Mengembangkan CSR/CD Program
    * Cara Berkomunikasi Hasil Evaluasi Kepada Stakeholder

    3. Pelaporan Program CSR

    * Standar Pelaporan CSR Program/CD
    * Apa Sustainability Reporting?
    * Langkah Demi Langkah Mengembangkan Laporan Keberlanjutan
    * Pengungkapan Standar
    * Sustainability Reporting Guidelines dan Praktek
    * Pedoman Pelaporan Ikhtisar: PROPER, ISO 26000, GRI
    * Mempersiapkan Laporan Keberlanjutan/CSR yang Baik dan Dapat Diandalkan
    * Menganalisis Laporan/CSR Keberlanjutan

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • CSR As Risk Mitigation Strategy Training

    CSR As Risk Mitigation Strategy Training

    CSR As Risk Mitigation Strategy TrainingSalah satu komponen penting manajemen risiko yang harus diperhatikan oleh perusahaan adalah aspek risiko sosial (social risk assessment). Penilaian risiko sosial merupakan bagian dari manajemen risiko untuk memahami risiko yang keluar dari lingkungan sosial. Risiko sosial timbul dari ketidakpuasan dan keluhan masyarakat eksternal dan pemangku kepentingan yang timbul konflik. Persepsi dan budaya yang berbeda untuk memahami masing-masing pihak dalam beberapa hal menimbulkan konflik di antara keduanya. Kegagalan dalam mengelola masalah ini dapat memiliki biaya ekonomi yang sangat besar, secara signifikan merusak reputasi perusahaan/organisasi yang terlibat dan bahkan membuat seluruh investasi berisiko.

    Jadi, bagaimana mengidentifikasi dan mengelola isu-isu ini untuk meminimalkan konflik dan meningkatkan keuntungan dan reputasi perusahaan?

    MANFAAT

    Enrich Practical Knowledge about Social Risk Assessment :
    * Method and tool of social risk assessment how to identify early warning conflict, managing social issues
    * Develop participate and multi stakeholder of social risk assessment
    * Planning program based on social risk assessment for effective program :

    + Prevention Strategies
    + Mitigation Strategies
    + Coping Strategies

    MATERI

    * Formulate a CSR Policy
    * Map your Supply Chain
    * Perform a Risk Assessment
    * Collaborate with Supply Chain Partners to Address Risks
    * Integrate Approach in Business Processes and Monitor Progress
    * Communicate about Policies and Progress

    PESERTA

    CSR practitioners, Lecturers who are conducting Community Service (Pengabdian Masyarakat) activities, General Managers, Community Relations Managers, Community Development Managers, Public Relations Managers, Other practitioners who are interested in effectiveness of monitoring community projects or any other project

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • CSR Comdev and Stakeholders Training

    CSR Comdev and Stakeholders Training

    OUTLINE MATERI

    Pelatihan CSR Comdev and Stakeholders1. Introduction

    * Understanding of Corporate Social Responsibility (CSR)
    * The reason for the need to implement CSR
    * Benefits of CSR
    * Good Corporate Governance & CSR

    2. Implementation of CSR Programs

    * Stages of implementation of program planning, implementation, evaluation, reporting
    * Strategy implementation; determine the target audience, in cooperation with the media, event management
    * Anticipate obstacles and solutions in implementing CSR programs

    3. Hal-hal dalam Membangun Kemitraan

    * Menyatukan dan mencocokkan sasaran dari masing-masing pihak
    * Menyeleksi partner yang tepat
    * Mengembangkan rencana kerja bersama dengan obyektif yang spesifik, terukur, dan wajar.

    4. Stakeholder Engagement Strategy

    * Conduct stakeholder mapping
    * Identification of stakeholder to plan engagement
    * An effective approach in conducting engagement
    * Strategic partnership to the other stakeholder in the implementation of CSR

    5. Mengatasi Sebuah Konflik dengan Stakeholder

    * Konsep dasar konflik
    * Identifikasi konflik
    * Jenis dan sumber konflik
    * Manajemen konflik
    * Tahap penyeleseian sebuah konflik berbasis CSR dan Comdev

    6. Studi Kasus

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Pelatihan CSR Communications Melalui Cyber Media

    Pelatihan CSR Communications Melalui Cyber Media

    CSR Communications Melalui Cyber MediaKonsekuensi penggunaan web dan media sosial dalam perusahaan tidak berhenti hanya pada penyampaian informasi kepada publik saja, tetapi memunculkan konsep-konsep baru dalam aplikasinya. Yang paling populer adalah munculnya istilah e-PR (Electronic Public Relations) atau Cyber PR. Pembahasan Cyber PR memang menjadi buzzword di kalangan akademisi maupun praktisi PR, namun belum mencapai kepada detail pemanfaatannya dalam berbagai aspek program PR. Salah satu aspek PR yang belum banyak diungkapkan adalah bagaimana memanfaatkan ICT untuk keperluan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

    PURPOSE

    * Peserta dapat memahami CSR Communications yang efektif
    * Public Relations dapat meningkatkan hubungan yang positif dan berkelanjutan antara organisasi dengan stakeholder melalui Cyber Media.

    OUTLINE MATERI

    * Mengenalkan CSR Communications
    * Memahami Generasi Web dan CSR
    * Menyediakan Kanal/Rubrik Sebagai Pendukung Informasi CSR dalam Web
    * Memetakan dan Menentukan Target Khalayak
    * Mengelola Pesan CSR dalam Website dan Media Sosial
    * Teknik Penulisan Online
    * Mendeteksi Komentar dan Strategi Menyikapinya
    * Mengukur Efektivitas Komunikasi di Media Sosial
    * Meningkatkan Reputasi On-Line Korporat

    TARGET

    * Public Relations/Humas
    * Corporate Communications
    * Internal/External Relations
    * Community Relations

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Cross Selling Training

    Cross Selling Training

    Pelatihan Cross SellingTeknik baru Service Experience bagi seluruh Front Liners & Support Team (Maintenance Selling, Up Selling, Cross Selling, After Sales Service). Zaman telah berubah, Service Excellence saja belum mencukupi untuk menumbuhkan loyalitas pelanggan pada perusahaan anda. Pelayanan pelanggan berperan vital dalam memastikan tercapainya kepuasan pelanggan, dan manfaat serta profit yang diperoleh dari kepuasan pelanggan tersebut.

    Memberikan pelayanan yang maksimal bagi setiap pelanggan, baik internal maupun eksternal adalah tanggung jawab seluruh staff perusahaan. Untuk memberikan pelayanan yang efektif pada setiap moments of truth, dibutuhkan kompetensi yang tepat. Pelaku service yang efektif merupakan aset utama perusahaan.

    BENEFIT

    1. Memahami paradigma mengenai bisnis & service di perusahaan
    2. Memahami moment of truth dalam pelayanan: sebelum, ketika, dan setelah pelaksanaan pelayanan (service)
    3. Mengidentifikasi moment of truth di dalam proses pekerjaan
    4. Mengidentifikasi beragam tipologi pelanggan dan teknik pendekatannya
    5. Memberikan value & benefit yang menarik untuk pelanggan, dengan menggunakan sudut pandang mereka
    6. Menguasai strategi dan teknik dalam menerima customer baik melalui telepon atau datang langsung ke outlet, sehingga mendorong terjadinya penjualan
    7. Mentransfer keahlian berkomunikasi dan keahlian membangun loyalitas pelanggan
    8. Menguasai teknik mengajukan pertanyaan kunci, guna menggali pemahaman kata-kata oleh pelanggan, sehingga dapat diperoleh informasi berkualitas dan spesifik
    9. Melatih keahlian memberikan pelayanan ekstra kepada pelanggan
    10. Memberikan kemampuan dalam menangani dan mereduksi keluhan pelanggan
    11. Menciptakan kebiasaan baru dalam mencapai kesuksesan pelayanan, hingga terjadi pembelian
    12. Mengenali tanda-tanda kepuasan pelanggan dan macam-macam jenis cross selling yang efektif
    13. Menghadapi konsumen yang kecewa dan negosiator tangguh

    OUTLINE MATERI

    1. Pelayanan yang Berorientasi Penjualan

    * Pemahaman pendekatan Sales Oriented Service (Maintenance Selling, Up Selling, Cross Selling)
    * Mengidentifikasi moment of truth di dalam proses pekerjaan
    * Memberikan value & benefit yang menarik untuk konsumen, dengan menggunakan sudut pandang mereka
    * Prinsip Pivot: dari Salesman ke Customer Buying Assistant
    * Menerapkan konsep Customer Buying Assistant
    * Mengetahui indikator kondisi sukses dan gagal di dalam memberikan pelayanan kepada customer

    2. Beragam Kebutuhan dan Tipologi Pembeli

    * Beragam situasi yang terjadi ketika pelayanan, contoh : customer komplain, marah-marah, membutuhkan informasi, membutuhkan pelayanan, dll
    * Memahami metode & teknik mengajukan pertanyaan kunci untuk menggali pemahaman kata-kata oleh konsumen, sehingga dapat diperoleh informasi berkualitas dan spesifik
    * Pengenalan 5 bahasa tubuh dan cara membacanya
    * Strategi yang diperlukan ketika pelayanan
    * Latihan : teknik negosiasi dan strategi Sales Oriented Service yang efektif
    * Latihan : teknik menghadapi konsumen yang kecewa dan negosiator tangguh
    * Latihan : teknik follow-up pasca pelayanan yang mendukung terjadinya up selling
    * Role play tiga dimensi : pembeli, penjual, observer

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

     

    Instructor by : Fauzan Asmara

  • Crime Prevention Training

    Crime Prevention Training

    Crime PreventionCrime Prevention Course for law enforcement professionals interested in beginning crime prevention initiatives or those interested in refreshing their knowledge. Effective Crime Prevention has been seen as a key strategy in reducing crime and violence in our communities. his comprehensive course is designed to address local community issues ranging from physical security to violence prevention. The course is tailored to the needs of today’s crime prevention and community policing practitioners, and places great emphasis on programmatic initiatives giving the practitioners the knowledge, tools and resources to do their jobs successfully.

    Crime Prevention is the anticipation, recognition and the appraisal of a crime risk and the initiation of some action to remove or reduce it. Crime Prevention means working in partnership, rather than in isolation, and working with concerned citizens to address ways to prevent crime and drug abuse. It means communities and individual citizens learning how to protect themselves and to work together to keep their neighborhoods crime and drug free. It means law enforcement working with communities, businesses, and service organizations to develop action plans based on information about crime and other problems.

    COURSE OUTLINE

    1. History Theory of Practice of Crime Prevention : Historical Overview, Theory and Practice
    2. Proffesioan Resources & Development : Community Programs, Youth Issues and Program, Crime Analysis, Crime Prevention Marketing, Presentation and Facilitation, Time Management, Identity and Nurture Potential Leaders, Challenges.
    3. Homeland Security : Emergency Response Security
    4. Physical Security : Burglary Prevention, Facility Security, Farm/Rural Crime Prevention, Loss Prevention, Crime Prevention Thorough Enviromental Design.
    5. Personal Safety and Security : Personal Safety, Crime Prevention
    for Youth,Crime Prevention for Seniors, Prevention of Cyber Crimes, Violence Prevention

    WHO SHOULD ATTEND

    1. Crime Prevention Practitoners and Loss Prevention Managers
    2. Crime & Loss Prevention Professionals Interested in Refreshing their Knowledge
    3. Community Policing Officer, DARE officers, School Resources Officers and other interested law enforcement personnel
    4. Citizens Involved in Community Policing or Crime Prevention efforts
    5. Chiefs & Sheriff’s interested in starting Crime Prevention Programs in their Communities

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

     

    Instructor by: Alex Simon

  • Pelatihan Kredit Supervisi

    Pelatihan Kredit Supervisi

    Pelatihan Kredit SupervisiIstilah kredit di dalam kehidupan masyarakat Indonesia telah dikenal luas sehingga bukan merupakan istilah yang tidak asing lagi. Dalam konteks ini, adanya kepercayaan dari pihak kreditur kepada debitur akan mengembalikan pinjamannya berikut bunganya sesuai dengan kesepakatan yang telah diperjanjikan sebelumnya. Kredit yang diberikan oleh bank kepada debitur harus melalui serangkaian proses yang disebut prosedur pemberian kredit. Agar prosedur pemberian kredit dapat berjalan dengan baik maka diperlukan penatausahaan atau manajemen yang disebut manajemen perkreditan bank.

    Kredit supervisi akan selalu dibutuhkan untuk menunjang setiap proses yang berjalan untuk mengawasi dan mengendalikan kredit, agar tidak terjadi kemacetan yang tidak diinginkan sehingga membutuhkan talenta dan skill yang mumpuni bagi setiap SDM yang mengemban tanggung jawab sebagai kredit supervisi. Training ini akan memberikan up-grade SDM yang bertanggung jawab dan juga SDM yang berkaitan dengan kredit sehingga dengan mengikuti training ini, kemampuan seorang supervisi kredit akan meningkat tinggi dan dengan waktu yang singkat.

    OUTPUT

    Setelah mengikuti program ini, para peserta diharapkan mampu mengidentifikasi
    * Faktor penyebab kemunduran kredit
    * Mengembangkan ragam pendekatan dalam mensupervisi kredit diberikan
    * Mengembangkan pola pikir dan proaktif untuk mensupervisi kredit serta memahami pendekatan yang digunakan oleh Bank Indonesia mengenai kolektibilitas

    MATERI

    * Proses manajemen kredit,
    * Kebijakan perkreditan,
    * Faktor-faktor kemunduran kualitas kredit,
    * Teknik supervisi kredit,
    * Aspek dokumentasi,
    * Aspek finansial dan aspek makro ekonomi,
    * Penilaian kualitas aktiva produktif,

    PARTICIPANT

    Karyawan Lembaga Keuangan yang ditugaskan secara khusus untuk melakukan pemantauan kredit

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

     

    Instructor by : Achmad Fajar

  • Pelatihan Teknik Verifikasi Kredit (Credit Verification Techniques)

    Pelatihan Teknik Verifikasi Kredit (Credit Verification Techniques)

    Credit Verification Techniques TrainingProses Analisa kredit harus dilakukan setepat mungkin untuk meminimalisir terjadinya kredit macet bagi perusahaan. Seringkali analisa kredit yang dilakukan kurang maksimal dan mendalam karena informasi yang diperoleh kurang detail, penulisan terkesan dipenuhi asumsi dan opini, kurang terstruktur, bahkan kadang membingungkan bagi bagian Verifikasi Kredit. Proses Verifikasi Kredit merupakan kelanjutan dari proses analisa kredit dan harus dilakukan oleh perusahaan pemberi kredit karena team collection yang sehebat apapun tidak akan dapat berbuat banyak terhadap hasil dari proses awal kredit yang kurang baik. Konsekuensi dari kesalahan dalam analisa kredit dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan. Pelatihan ini akan memberikan pemahaman mengenai teknik-teknik dalam verifikasi kredit sehingga dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan dalam proses analisa kredit.

    BENEFIT

    Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat :
    1. Membedakan informasi yang akurat atau tidak/membedakan data asli atau palsu
    2. Melakukan beragam teknik dan metode yang efektif dalam proses Credit Verification
    3. Mengemas pesan dengan baik ketika melakukan verifikasi dan validasi data calon customer
    4. Memberikan rekomendasi berdasarkan data dan informasi pendukung yang diperoleh sehingga memudahkan proses approval credit
    5. Membuat laporan hasil proses credit verification yang baik sehingga mudah digunakan untuk membuat keputusan

    OUTLINE MATERI

    1. Pentingnya teknik verifikasi kredit terkait legalitas data
    2. Aspek Psikologis dalam credit verification
    3. Teknik komunikasi dalam proses credit verification
    4. Teknik Verifikasi, Membaca Kebohongan Via Analisa Dokumen,
    Internet, Telpon, dan Berhadapan Langsung
    5. Teknik membangun intuisi
    6. Studi Kasus

    TARGET

    Training ini diperuntukkan bagi:
    1. Credit Surveyor, Credit Analyst, Credit Reviewer, Leasing Officer, Marketing Officer, Account Officer, Legal Staff, Relationship Manager, Branch Manager pada perusahaan jasa keuangan atau perusahaan jasa pembiayaan
    2. Praktisi, Profesional atau siapapun yang ingin menambah pengetahuan mengenai Verifikasi Kredit

    METHOD

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Evaluation

  • Pelatihan Credit Verification and Validation Techniques

    Pelatihan Credit Verification and Validation Techniques

    Pelatihan Credit Verification and Validation TechniquesProses Analisa Kredit harus dilakukan setepat mungkin untuk meminimalisir terjadinya kredit macet bagi perusahaan. Seringkali analisa kredit yang dilakukan kurang maksimal dan mendalam karena informasi yang diperoleh kurang detail, penulisan terkesan dipenuhi asumsi dan opini, kurang terstruktur, bahkan kadang membingungkan bagi bagian Credit Verification. Proses Creedit Verification merupakan kelanjutan dari proses analisa kredit dan harus dilakukan oleh perusahaan pemberi kredit karena team collection yang sehebat apapun tidak akan dapat berbuat banyak terhadap hasil dari proses awal kredit yang kurang baik. Konsekuensi dari kesalahan dalam analisa kredit dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan. Pelatihan ini akan memberikan pemahaman mengenai teknik-teknik dalam verifikasi kredit sehingga dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan dalam proses analisa kredit.

    Dalam era yang serba kompetitif saat ini, kecepatan dan keakuratan pengambilan keputusan menjadi hal yang penting untuk dipahami. Memberikan penilaian yang terlalu longgar terhadap sebuah kredit sangat berpotensi merugikan perusahaan dan tagihan tidak tertarik, lama, atau hilang, sementara terlalu kaku dalam memberi penilaian juga akan menghilangkan potensi penjualan dan keuntungan perusahaan.

    Teknik-teknik yang akan disajikan dalam pelatihan ini adalah bagian dari strategi pemasaran yang bertujuan mengendalikan A/R sejak awal investigasi dilakukan. Peserta akan menguasai beberapa teknik dasar dan lanjutan bagaimana melakukan teknik pengumpulan data, melakukan analisa kemampuan, bayaran calon pelanggan, sampai dengan melakukan evaluasi dan mengambil keputusan terhadap sebuah aplikasi kredit.

    OBJECTIVES

    Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:

    1. Membedakan informasi yang akurat atau tidak

    2. Melakukan beragam teknik dan metode yang efektif dalam proses verifikasi kredit

    3. Mengemas pesan dengan baik ketika melakukan verifikasi dan validasi data calon customer

    4. Memberikan rekomendasi berdasarkan data dan informasi pendukung yang diperoleh sehingga memudahkan proses approval credit

    5. Membuat laporan hasil proses Verifikasi Kredit yang baik sehingga mudah digunakan untuk membuat keputusan

    COURSE OUTLINE

    1. Pentingnya Teknik Credit Verification

    2. Aspek Psikologis dalam Credit Verification

    3. Teknik Komunikasi dalam proses Credit Verificationo

    4. Teknik Verifikasi, Membaca Kebohongan Via Analisa Dokumen, Internet, Telpon, dan Berhadapan Langsung

    5. Teknik Membangun Intuisi

    6. Data Collection and Early Warning System

    7. Pada tahap pertama verificator akan melengkapi data dengan melengkapi seluruh data aplikasi kredit dan memvalidasi data tersebut. Selain kelengkapan data, verificator dibekali juga dengan teknik Early Warning System berupa quick evaluator techniques untuk memudahkan validasi data agar lebih akurat sedini mungkin

    8. Open Probing and Investigation Techniques

    9. Cara berkomunikasi dan pendekatan verificator yang salah bisa menyebabkan data yang dikumpulkan tidak optimal, dan potensi masalah tidak tergali dari awal. Peserta akan dikenalkan dengan teknik menggali (open probe) yang berhasil, dan teknik investigasi sederhana yang efektif dilakukan baik via telepon maupun dalam kunjungan survey

    10. 5C Credit Analysis Model and WAM Decision Making Tool

    11. Para verificator selanjutnya akan mengenal secara lebih dalam bagaimana melakukan analisis kredit yang lebih akurat dengan membagi ke dalam 5C credit analysis (Capacity, Capital, Collateral, Conditions, and Character), dan mampu melakukan analisis secara lebih detil, kemudian mengambil keputusan dengan model WAM (Weighted Average Model)

    12. Studi Kasus

    METHOD

    Pre test

    Presentation

    Discussion

    Case Study

    Post test

    Evaluation