Salah satu penggerak mula dari kelompok mesin pembakaran dalam atau motor bakar torak yang menggunakan beberapa silinder yang di dalamnya terdapat torak yang bergerak translasi (bolak-balik) dan di dalam silinder terjadi pembakaran antara bahan bakar dengan oksigen dari udara yaitu Mesin Disel. Yang perlu diperhatikan oleh pengguna mesin disel antara lain pebandingan kompresi, sistem bahan bakar, penyemprotan bahan bakar, pompa bahan bakar, proses pembakaran dan bahan bakar, ruang bakar, dan konstruksi umum mesin disel, serta perawatannya. Untuk mendukung sistem produksi yang memadai diperlukan tenaga kerja yang handal atau peningkatan keahlian tenaga kerja profesi operation and maintenance of diesel engine. BENEFITS Setelah mengikuti training ini diharapkan para peserta memiliki pemahaman lebih tentang pengetahuan operasi mesin disel dan keahlian dalam perawatan mesin disel. OUTLINE 1. Engine Reviews. * Engine classifications & working principles (two strikes & four strikes) diesel engine measurement (capacity efficiency, torque, speed and power), engine components and function engine system. 2. Combustion System. * Internal combustion system 3. Trouble Shooting and Maintenance Diesel Engine. * Engine performance curves and controls system, inspection, tuning & used of Engine analyser, adjustment inspection, maintenance and repair, troubleshooting analysis. 4. Power Transmission * Coupling, gear train, V-Belt, and chain. 5. Safety Precautions. PARTICIPANTS Para praktisi tingkat operator, tingkat penyelia atau perencana bidang operasi dan perawatan mesin disel pada power plant dan industri minyak. METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation Instructor by : Maridjo
Pelatihan Development SOP dan Business Process
Standard Operating Procedures (SOP) adalah serangkaian langkah-langka kerja yang tertulis dan distandarkan/dibakukan sehingga konsistensi pelaksanaan suatu proses kerja dapat terlaksana oleh siapapun yang melaksanakannya. Dengan demikian, SOP dapat juga dikatakan sebagai suatu standar/pedoman tertulis yang mendokumentasikan kegiatan atau proses rutin yang dipergunakan untuk mendorong dan menggerakkan karyawan dalam mencapai tujuan organisasi. Dalam SOP biasanya terdapat lima unsur utama yaitu; 1. Siapa subyek pelakunya, 2. Apa yang dilakukan, 3. Metode atau cara atau bagaimana melakukannya, 4. Kriteria proses yang harus ditaati, 5. Mutu baku / Service Level Agreement (SLA) yang harus dicapai. Dalam menyusun SOP terdapat prinsip yang perlu diperhatikan yaitu, kemudahan dan kejelasan, efisiensi dan efektivitas, keselarasan, keterukuran, berorientasi pada pengguna, kepatuhan dan kepastian hukum MANFAAT Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat : 1. Sebagai standarisasi cara yang dilakukan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya. 2. Mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugas. 3. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab individual karyawan dan organisasi secara keseluruhan. 4. Membantu karyawan menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung pada supervisi manajemen, sehingga akan mengurangi keterlibatan pimpinan dalam pelaksanaan proses sehari-hari. 5. Menciptakan ukuran standar kinerja yang akan memberikan karyawan cara konkrit untuk memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi usaha yang dilakukan. MATERI 1. Fase Pemetaan Proses * Identifikasi dan penelaahan Visi, Misi, Rencana Strategis dan KPI * Peta Proses Bisnis (Business Process Map) + Identifikasi Proses + Identifikasi Pemilik Proses + Peta Proses Bisnis dengan prinsip Supplier-Input-Process-Output-Customer (SiPoC). + Finalisasi Peta Proses Bisnis. 2. Menentukan Peta Hubungan (Relationship Map) 3. Membuat Peta Sub Proses Bisnis (Sub Business Process Map) * Identifikasi Sub Proses * Identifikasi Pemilik Proses * Peta Proses Bisnis dengan prinsip Supplier-Input-Process-Output-Customer (SiPoC) * Finalisasi Peta Proses Bisnis. 4. Mengembangkan Peta Lintas Fungsi (Cross Functional Map) 5. Konsep dasar ISO 9001 yang menjadi platform dalam penyusunan Business Process dan SOP PESERTA Tim SOP, Manager, Supervisor, Engineer, Praktisi di bidang continuous improvement/ produksi & operasi dan semua pihak yang terkait dengan proses improvement. METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation
Pelatihan Pengembangan SDM
Pengembangan SDM sangat penting untuk kesuksesan perusahaan, yaitu untuk mengembangkan bakat yang ada dengan fokus pada tujuan dan peluang pertumbuhan bisnis saat ini. Dalam sebuah organisasi, ini adalah situasi di mana fokusnya adalah pada kelompok orang tertentu, posisi, pekerjaan, dll. Fokus ini menunjukkan bahwa pemimpin harus selalu melihat ke depan, berpikir strategis, yang selanjutnya akan membuat kontribusi penting pada kinerja karyawan di masa depan. Pemimpin seperti ini menyadari bahwa dunia berubah dengan cepat dan bahwa mereka harus bertindak hari ini untuk memastikan bahwa dirinya dan orang lain akan berkarya lebih baik setiap harinya. COURSE COUNTENT 1. Pengembangan SDM 2. Aspek yang perlu dikembangkan * Individual 1. Little Sharing of Ideas and information 2. Exchange of Feelings and Sharing of Ideas 3. Strength VS Weakness 4. The turning point for the team approach—elimination of fear 5. Real problem solving * Teamwork 1. Independence 2. Exchange of Basic Information & Ideas 3. Trust 4. Force Communication 5. Interdependence * Sikap sebagai aspek mendasar dalam diri manusia * Proses perubahan dan pembentukan sikap 1. Planning 2. Initiating 3. Controlling 4. Supporting * Your rights and responsibilities * Komunikasi Verbal dan Non-Verbal 1. Communication Skill 2. Body language 3. Metaphorical Language * Different states of mind 1. controlling our own state 2. changing the state of mind of another person * The action plan 1. Forming 2. Storming 3. Norming 4. Performing * Motivation effect 1. Resistance and how to deal with it * Stress management PARTICIPANT HR, GA, Individu atau karyawan, apapun bidang pekerjaannya. METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation Instructor by: DR. H. Fauzan Asmara
Pelatihan Development Need Analysis dan Pembuatan Modul Pembelajaran Industri
Dalam era globalisasi, tuntutan akan daya saing perusahaan menjadi lebih tinggi dibanding era sebelumnya. Kecepatan organisasi dalam belajar dan kemudian menterjemahkan hasil pembelajaran tersebut ke dalam tindakan menjadi sangat krusial. Pertama siapa kemudian apa, demikian Jim Collins menandaskan betapa pentingnya faktor manusia yang akan menjadi penentu keunggulan organisasi anda. Untuk itu pengembangan Development Need Analysis/TNA serta pengembang modul pembelajaran secara intergratif menjadi kunci sukses organisasi yang sangat penting. Oleh karena itu proses analisis pengembangan/TNA serta pembuatan modul intervensinya secara integratif dan komprehensif harus dikuasai dengan baik terutama bagi praktisi SDM, dan tidak hanya menjadi nilai tambah bagi keberadaan unit SDM akan tetapi memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian sasaran. OBJECTIVE Para peserta akan mampu : * Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan karyawan berbasis kebutuhan organisasi dan kebutuhan individu (berbasis kompetensi) * Memilih metode yang relevan untuk digunakan dalam mengidentifikasikan dan mengumpulkan data kebutuhuan pelatihan * Mengidentifikasikan dukungan lingkungan kerja yang diperluka untuk mengoptimalkan proses dan hasil pelatihan * Mengembangkan modul pembelajaran (development) secara terintegrasi mulai dari intervensi tim kerja baik di level organisasi, unit/kelompok kerja maupun di level individu dengan menentukan dan memilih pendekatan yang sesuai : Training/Workshop, Penugasan, Coaching/Mentoring/Counceling dan Knowledge Sharing. COURSE OUTLINE 1. Introduksi : Apa dan Mengapa TNA/Development Need Analysis 2. Metode Identifikasi Kebutuhan Development/TNA dan Langkah-langkah TNA 3. Identifikasi Kebutuhan Pengembangan/TNA Berbasis Organisasi dan Tim Kerja 4. Identifikasi Pengembangan/TNA Berdasar Standar Kompetensi 5. Identifikasi Pengembangan Tim Kerjadan Individu Berdasarkan Kematangan dan Kemandirian Bawahan/Individu 6. Development Continuum 7. Penyusunan Modul Intervensi Pengembangan/TNA : Perilaku Organisasi, Perilaku Kelompok/Tim Kerja dan Perilaku Individu dengan Kerangka Pendekatan 7S McKinsey 8. Perancangan Pendekatan Integratip Terhadap Program Intervensi Pengembangan : Sosialisasi, Training/Workshop, Task Force & Penugasan, Coaching/Mentoring/Counceling, dan Knowledge Sharing 9. Transfer of Training : Dukungan Lingkungan Kerja untuk Optimalisasi Hasil/Evaluasi Pelatihan METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation
Developing High Performing Training
This course will provide participants with an understanding and confidence to build, maintain and motivate a high performing team. COURSE OUTLINE * Types of teams and defining success * Developing a high performing team. * Leadership styles and effective team leadership * Communicating and working with your team * Understanding decision-making styles Getting the most from team meetings * Creating collaboration * Resolving conflict PARTICIPANT Leaders and Managers who wish to develop a high performing team. METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation Instructor by : Ahmad Fauzan Asmara, MM
Developing Leadership Capability Training
This program is designed to develop and enhance the skills and knowledge managers require to effectively lead a team or workgroup in a modern business environment. The workshop content includes developing leadership plans, implementing team solutions and supervising the performance of a group. The workshop covers the foundational skills that first-time leaders and supervisors require. The program draws upon the resources of our Integral Frontline Management Program. OUTLINE MATERI Participants will learn how to: 1. Lead and manage people, tasks, resources and strategy 2. Build effective teams through leadership excellence 3. Develop trust and confidence in team members and the wider workplace 4. Build and maintain positive workplace relationships 5. Develop effective listening and communication skills to ensure understanding between people WHO SHOULD ATTEND? The program is designed for frontline leaders and supervisors new to the role or for existing managers looking to enhance their leadership capability. METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation Instructor by : Syafarudin Alwi
Desprektif Top Accounting Control Training
Pelatihan Accounting Control Practices and Tricks ini didisain bagi staf hingga manager accounting, finance dan auditor untuk dapat meningkatkan dan memperbaharui kemampuan dan pengetahuan dalam melakukan fungsi accounting control dengan pendekatan practice. Selain itu para peserta akan diberikan trik-trik dalam melakukan fungsi control MANFAAT PELATIHAN 1. Memahami pendekatan termutakhir accounting control 2. Menguasai teknik dan konsep dalam menganalisa dan menilai fungsi control yang sudah berjalan 3. Menguasai practice accounting control di seluruh aspek dan aktivitas penting perusahaan 4. Menyeimbangkan antara fungsi c ontrol dan peran business partner MATERI 1. The Development Of Accounting Control 2. Evaluate Current Control System And Find Any Vulnerable One 3. Cost And Cash Control 4. Account Payable Control 5. Control For Order Entry, Credit And Shipment 6. Control For Inventory 7. Control For Billing 8. Control Cash Handling 9. Control Of Fixed Assets 10. Control Payroll. PESERTA Staf hingga manager di departemen accounting dan finance METHOD Pre test Presentation Discussion Case Study Post test Evaluation
Pelatihan Pengembangan EQ dan IQ
MANFAAT 1. Memahami efek emosi terhadap keberhasilan pribadi dan organisasi. 2. Mengetahui kekuatan dan kelemahan diri, kecenderung emosi diri dan hubungannya dengan berbagai macam penyakit akut. 3. Memahami jenis kepribadian diri, dan mampu membaca kepribadian orang lain. 4. Menguasai minimal dua puluh teknik mudah dan efektif untuk mengendalikan emosi secara efektif. 5. Membangkitkan semangat walau dalam keadaan bad mood, letih, lesu dan jenuh. 6. Mampu menenangkan diri walaupun dalam keadaan emosi tinggi dan ketegangan tinggi. 7. Motivasi menjadi yang istimewa dan mengaktifkan auto reminding system. 8. Membuat rencana pengembangan diri yang seimbang antara IQ, EQ dan SQ. 9. Mampu membaca perasaan dan pikiran orang lain dengan memperhatikan bahasa tubuh, suara dan kata-kata seseorang. 10. Menyesuaikan kata-kata dan bahasa tubuh untuk mendapat penerimaan yang lebih baik. 11. Belajar cara-cara efektif untuk menjalin hubungan yang menyenangkan dengan setiap orang. 12. Mendapatkan feedback yang diperlukan dan memberi feedback yang efektif tanpa mengorbankan hubungan baik. 13. Memperbaiki hubungan yang terlanjur rusak dengan seseorang. 14. Kehidupan yang lebih bahagia, percaya diri, optimis, dan bersyukur. POKOK BAHASAN 1. Pengantar * Definisi EQ dan metode pengembangan EQ dari Six Seconds. * Memahami hubungan IQ, EQ, dan keberhasilan seseorang. * Memahami hubungan otak-tubuh-perilaku dalam produktivitas kerja. * Lima kerangka pengembangan EQ 2. Cara-cara Peningkatan Kesadaran Emosi Diri * Test EQ dan analisanya. * Mengenali emosi diri. * Memahami beda fakta dan perasaan. * Memahami perbedaan persepsi diri dan persepsi orang lain. * Menentukan tujuan dan prioritas hidup. * Membuat Eulogi, Visi dan Objectives. 3. Meningkatkan Pengarahan Emosi Diri * Memutus rantai emosi negatif * Afirmasi diri * Problem solving * Self Motivation * Meningkatkan daya tahan emosi 4. Meningkatkan Empati dan Kepekaan * Kemampuan mendengarkan * Membaca isyarat emosional * Teknik bertanya * Menunjukkan perhatian dan kepekaan * Kontak mata 5. Keterampilan Interpersonal * Membuka diri * Menyatakan permintaan * Memberi masukan yang konstruktif * Bukan “Fight or Flight� tapi Negosiasi * Menghadapi “tembok� * Komunikasi tanpa kata * Penggunaan bahasa yang tepat * Membangun hubungan yang positif * Mengatasi hubungan yang negatif 6. EI dalam Organisasi * Kesadaran politis * Kesadaran budaya * Panutan dan mentor * Pengaruh tak langsung METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation
Developing Office Management Profesionals Training
Office Management Profesional saat ini dituntut untuk lebih responsive terhadap berbagai perubahan lingkungan bisnis dan teknologi yang ada. Perubahan yang cepat tersebut menyebabkan meningkatnya tuntutan akan hasil kerja yang lebih berkualitas dengan jangka waktu yang semakin ketat. Kemampuan dari seorang office management tidak hanya terkait dengan kemampuan teknis office management tetapi juga kemampuan untuk mengembangkan soft skill aspeknya sehingga menjadi seorang office management yang dapat diandalkan. Training ini mencoba meng-cover kedua aspect tersebut. COURSE OUTLINE 1. Soft skills * Memahami tantangan professional yang ada pada saat ini * Overview organisasi: posisi, job desk, KPI, goal setting, dll * Mengelola waktu, prioritas dan stress di tempat kerja * Mengembangkan ketrampilan interpersonal: ketrampilan komunikasi dasar * Negosiasi dan mengelola konflik * Dealing with difficult people * Prinsip-prinsip mengelola Atasan * Becoming professional: karakteristik seorang profesional 2. Technical skills a. Peran Office Management dalam menyelenggarakan fungsi pelayanan * Korespondensi * Penataan Arsip * Menyusun Laporan * Menyiapkan rapat dan Notulen Rapat * Menerima dan melayani tamu * Menerima dan melayani telephone * Pelayanan kebutuhan umum lainnya (General Services) b. Berbagai Jenis pekerjaan Office Management yang spesifik antara lain : c. Memimpin tim kerja di kantor d. Pengelolaan tata ruang kantor METODE Presentation Discussion Case Study Evaluation Instructor by : Bambang Darmadi
Designing Training Program Training
Banyak perusahaan di Indonesia berupaya keras untuk melatih dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) nya. Perusahaan memiliki harapan bahwa SDM-nya akan mampu mendukung dan mengembangkan pelaksanaan strategi perusahaan. Namun, kualitas SDM sebelum dan sesudah upaya pelatihan dan pengembangan dapat saja: * Tidak berubah * Tidak jelas perubahannya * Berubah secara positif, namun tidak signifikan bila dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan perusahaan atau * Berubah ke arah yang tidak sesuai dengan harapan perusahaan. TUJUAN Anda dapat memahami faktor-faktor penentu keberhasilan suatu Training Program. OUTLINE MATERI * Manfaat program pelatihan bagi perusahaan. * Hubungan antara strategi perusahaan dan program pelatihan perusahaan . * Analisis kebutuhan pelatihan * Merancang program pelatihan perusahaan. PARTICIPANT * Manajer SDM. * Manajer pelatihan dan pengembangan SDM. * Instruktur internal perusahaan yang sudah mempunyai pengalaman mengajar minimal dua tahun. * Para pengambil keputusan mengenai pelatihan dan pengembangan SDM METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation Instructor by : Syafaruddin Alwi
Pelatihan Design Rumah Sakit Yang Menunjang Efisiensi Pelayanan
Tidak sedikit Rumah Sakit yang tambal sulam dalam penyelenggaraan kegiatannya, selain karena faktor perencanaan yang kurang akurat, factor eksternal juga turut mempengaruhi. Faktor konstruksi juga termasuk didalamnya, diperlukan suatu modifikasi untuk mere-design sarana yang sudah ada untuk memunculkan suatu image baru ataupun suatu produk layanan yang baru yang diharapkan dapat diminati pasar. Beberapa Rumah Sakit banyak yang merancang sendiri Rumah Sakit mereka secara konvensional dan hanya sedikit mempertimbangkan dari aspek layanan yang akan disiapkan, seperti halnya membangun pusat pertokoan atau perbelanjaan, setelah dibangun kemudian siap dipasarkan. Kekhususan Rumah Sakit mengharuskan penyusunan design tersebut dilakukan pada saat rancangan suatu Rumah Sakit dibuat, oleh karena itu sifatnya sangat spesifik. Faktor pembiayaan juga menjadi pertimbangan untuk penyusunan design atau pada saat mere-design suatu Rumah Sakit. Diperlukan kalkulasi yang tepat sehingga hal tersebut tidak mengganggu biaya operasional Rumah Sakit. Selain itu menjadi hal yang penting juga ialah seberapa besar design atau re-design tersebut dapat mendongkrak keuntungan bagi Rumah Sakit. TUJUAN * Peserta dapat mengetahui berbagai macam rancangan design RS yang menunjang fungsi pelayanan Rumah Sakit * Peserta dapat menyelesaikan berbagai masalah yang terkait dengan perencanaan design RS dan mendapatkan solusi yang terbaik * Peserta dapat menyusun perhitungan biaya yang dibutuhkan dalam upaya mere-design RS tanpa mengganggu cash flow RS PESERTA Investor, Pemilik RS, Direktur RS dan siapapun yang ingin mengembangkan bisnis rumah sakit MATERI * Peraturan yang terkait dengan design & konstruksi RS * Analisa rancangan design RS yang menunjang pelayanan RS * Zonning RS & Skema layanan RS * Berbagai permasalahan design RS & solusinya * Analisa biaya design dan re-design Rumah Sakit METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation
Pelatihan Design Training Program
Setiap training atau pelatihan hendaknya dibuat desain atau susunannya, agar terlihat rapi dan berjalan dengan sesuai yang diharapkan. Sebuah pelatihan diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia khususnya di perusahaan-perusahaan besar atau yang sedang berkembang. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kesenjangan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dimiliki dengan tuntutan pekerjaan yang semakin hari semakin dinamis, karena sebuah perusahaan senantiasa menuntut adanya upaya peningakatan kemampuan, terutama dari segi keahlian dan keterampilan. Salah satu cara yang ditempuh adalah melalui pengadaan program pelatihan yang baik dengan harapan individu dalam berorganisasi dapat mencapai sasaran atau target yang ditetapkan oleh perusahaan. Banyak perusahaan di Indonesia berupaya keras untuk melatih dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) nya. Perusahaan memiliki harapan bahwa SDM-nya akan mampu mendukung dan mengembangkan pelaksanaan strategi perusahaan. Dengan makin meningkatnya tuntutan terhadap pelaksanaan pelatihan agar dapat melaksanakan knowledge dan skills transfer dengan lebih cepat, maka para praktisi pelatihan harus dapat merancang materi pelatihan dengan lebih efektif. OBJECTIVES Training ini diperuntukkan bagi : 1. Peserta mengetahui faktor-faktor penting dalam merancang (mendesain) program pelatihan 2. Peserta dapat memahami bagaimana melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan 3. Peserta dapat memahami faktor-faktor penentu keberhasilan suatu program pelatihan 4. Peserta memahami bagaimana melakukan evaluasi pelatihan COURSE OUTLINE 1. Konsep desain training program yang baik 2. Peran program pelatihan dalam pengembangan sumber daya manusia 3. Training Need Analysis 4. Memahami Konsep dan Kerangka Efektifitas Pelatihan 5. Analisi Kebutuhan Pelatihan 6. Metode-metode evaluasi pelatihan 7. Identifikasi kegagalan dalam pelatihan 8. Studi Kasus PARTICIPANTS Training ini diperuntukkan bagi : 1. HRD Staff, HRD Manager, Corporate Training Manager, Training Coordinator, Training Analyst, Training Evaluator, Training Assessor, Training Administrator, Training Facilitator, HRD Consultant, Training Consultant, Trainer 2. Praktisi, Profesional atau siapapun yang ingin menambah pengetahuan mengenai desain training program. METHODS Pre test Presentation Discussion Case Study Post test Evaluation
Pelatihan Desain Program Pelatihan
LATAR BELAKANG 1. Apa perbedaan yang mendasar antara mendesain program pelatihan dan mendesain pengembangan berbasis kompetensi? 2. Bagaimana mengidentifikasi kebutuhan pengembangan? 3. Bagaimana memilih metode yang sesuai untuk program pengembangan di perusahaan? 4. Bagaimana mendesain program pengembangan yang mampu mengembangkan kompetensi karyawan? MANFAAT 1. Menjelaskan paradigma baru dalam mendesain pengembangan berbasis kompetensi 2. Menganalisis kebutuhan pengembangan kompetensi terutama tingkat organisasi dan tingkat kelompok pekerjaan 3. Membedakan dan memilih metode-metode yang tepat untuk dipakai dalam program pengembangan berbasis kompetensi 4. Mendesain program pengembangan yang mampu mengembangkan kompetensi karyawan OUTLINE MATERI 1. Paradigma Baru dalam Pengembangan Berbasis Kompetensi 2. Perbedaan Antara Pelatihan dan Pembelajaran 3. Berbagai Tingkat Kebutuhan Pengembangan 4. Teknik dan Cara Menganalisis Kebutuhan Pengembangan 5. Mendesain Kurikulum Berdasarkan Kompetensi 6. Mendesain Project Assignment METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation
Designing Standard Operating Procedures (SOP) Training
Saat kondisi persaingan yang semakin ketat, konsistensi kualitas sangat diperlukan untuk meningkatkan dan menjaga kepercayaan pelanggan. Tumpang tindih tugas merupakan hal yang wajar dalam aktivitas menghasilkan output antar bagian, departemen, atau divisi. Hal ini memerlukan pengaturan agar tidak terjadi salah komunikasi, konflik antar fungsi (yang kadang berkepanjangan) atau bahkan saling melepaskan tanggung jawab, yang pada akhirnya dapat berakibat pada menurunnya kinerja organisasi itu sendiri. Solusinya adalah dengan menciptakan suatu dokumen yang disebut SOP (Standard Operating Procedure). MANFAAT * Menjelaskan manfaat penyusunan SOP dalam upaya menjaga konsistensi kualitas proses dan hasil kerja serta mendukung proses pengelolaan pengetahuan di organisasi * Menyusun SOP sesuai dengan kebutuhan organisasi * Memahami penyusunan SOP bagi diri sendiri dan rekan kerja mengenai pelaksanaan proses bisnis sesuai peran/fungsi masing-masing * Mengidentifikasi peluang penyempurnaan dalam penyusunan SOP di tempat kerja masing-masing MATERI 1. Pemahaman Karakteristik Bisnis dan Strategi Organisasi 2. Pemetaan Proses Bisnis 3. Analisis Implementasi Prosedur 4. Evaluasi Mekanisme Kerja 5. Evaluasi Sistem Informasi 6. Penyusunan Dokumen SOP 7. Sosialisasi dan Uji Penerapan 8. Evaluasi dan Revisi Dokumen SOP TARGET PESERTA Semua level karyawan di semua jenis perusahaan/organisasi yang berminat untuk memahami penyusunan dan pembuatan SOP yang tepat bagi perusahaan/organisasinya masing-masing. METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation
Pelatihan Desain Perencanaan Anggaran Perusahaan
Pengelolaan keuangan dalam perusahaan merupakan kunci utama kegiatan operasional perusahaan. Kunci keberhasilan dalam pengelolaan keuangan perusahaan adalah pada budgeting management process dan terletak pada kemampuan mempengaruhi keputusan-keputusan finance untuk menyeimbangkan cash in-flow dengan cash out-flow. Karena itulah dalam perkembangannya sekarang ini role of finance dituntut untuk mulai berperan sebagai business partner yang ikut mendorong fungsi lain dalam mencapai company goals. Secara umum pelatihan ini mengulas berbagai strategi dalam mengelola keuangan dan anggaran perusahaan dalam kondisi keuangan yang sulit dewasa ini, khususnya dalam rangka meningkatkan dan menjaga kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan dan meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan perusahaan di masa depan. OUTLINE MATERI * Managing Update Budgeting Planning * Budgeting Forecasting dan Estimation * Controlling Variance Analysis Management * Budgeting Planning in Investment Decisions with Discounted Cashflow Model * Budget Estimation and Control Management with Forecasting Model * Comprehensive Case Study with Budgeting Pro Software and CEO Budgeting Software PARTICIPANTS Training Desain Perencanaan Anggaran Perusahaan ini dapat diikuti oleh : 1. Manager dengan staff divisi keuangan dan perencanaan anggaran 2. Manager dan staff divisi akuntansi dan aset 3. Supervisor dan asisten supervisor 4. Bendahara, kasir bagian verifikasi dokumen dan aset 5. Bagian dan divisi penagihan piutang 6. Pemegang otoritas keuangan perusahaan dan mereka yang berkepentingan dengan masalah keuangan perusahaan METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation
