Skip to content
Training Bagus
  • Home
  • About
  • Services
  • Blog
  • Contact

Effective Communication, Lobbying and Negotiation Skill Training

Communication

Mencapai kata sepakat dengan berbagai pemegang kepentingan merupakan salah satu tugas penting karyawan di sebuah perusahaan. Kesepakatan itu dapat terkait dengan aktifitas bisnis yang lazim terjadi di awali dengan komunikasi yang effective, lobi dan nego-nego di dalamnya. Banyak hal yang harus dipersiapkan dan diarahkan sejak awal bukan hanya yang terkait dengan persiapan diri seorang karyawan namun juga terkait dengan proses negosiasi dan penguasaan prinsip dan ketrampilan dalam melakukan komunikasi dan lobbying. SASARAN PELATIHAN 1. Peserta paham prinsip-prinsip lobbying dan negosiasi yang saling menguntungkan bagi pihak-pihak yang terlibat 2. Peserta menguasai dan mampu mengembangkan teknik-teknik negosiasi secara efektif. 3. Memahami unsur-unsur negosiasi yang baik 4. Memahami cara bernegosiasi terhadap resolusi yang sesuai 5. Memahami tentang negosiasi dalam cara yang terstruktur untuk mencapai hasil yang diinginkan 6. Peserta mampu menggunakan prinsip komunikasi yang tepat dalam bernegosiasi. 7. Memahami bagaimana cara untuk mengembangkan kemampuan untuk berkomunikasi 8. Menerapkan teknik mendengarkan secara aktif 9. Mengamati dan mencatat selama negosiasi 10. Evaluasi kinerja setelah pertemuan MATERI 1. Pengertian Komunikasi, lobbying dan negosiasi 2. Prinsip dasar komunikasi Komunikasi, lobbying dan negosiasi 3. Lobbying dan Negosiasi dalam Bisnis * Masalah dan tantangan dalam lobbying dan negosiasi * Kompetisi vs integrasi * Tiga unsur pokok negosiasi 4. Persiapan Lobbying Negosiasi * Kriteria sukses lobby dan negosiasi * Identifikasi kekuatan dan kelemahan * Aspek budaya 5. Aspek Komunikasi * Mendengarkan aktif dalam lobbying dan negosiasi * Komunikasi aktif * Mengatasi hambatan komunikasi dalam lobby dan negosiasi * Konsep dan proses komunikasi dan negosiasi (interpersonal dan organizational Communication) * Komunikasi dan usaha memahami orang * Berbagai hambatan dalam berkomunikasi dan negosiasi * Meningkatkan efektifitas komunikasi dengan pengenalan bahasa tubuh * Hubungan antar pribadi dalam komunikasi. * Membaca bahasa tubuh dan isyarat terselubung * Teknik mendengar dan menjawab pertanyaan. * Memahami pribadi bermasalah dan solusi efektif 6. Teknik Negosiasi * Lima strategi pokok * Sepuluh teknik dasar * Teknik konsesi 7. Praktek Negosiasi * Persiapan negosiasi * Proses negosiasi * Evaluasi hasil METODE Presentation Discussion Case Study Evaluation   Instructor by : Ayu Cornelia

29/06/2019 / 0 Comments
read more

Effective Communication Skill Training

Communication

Effective communication skill merupakan dasar dari keberhasilan seseorang dalam berinteraksi serta membangun kerja sama baik secara organisasi maupun personal. Effective communication merupakan kemampuan utama yang harus dimiliki oleh para manajer dan eksekutif. Komunikasi memiliki 5 tujuan utama yaitu memperoleh dan memberikan informasi, memastikan suatu pemahaman, membujuk, mendapatkan follow up (suatu tindakan), dan mengubah perilaku. Apabila setiap orang di perusahaan memiliki kemampuan berkomunikasi yang prima maka dapat dipastikan bahwa perusahaan tersebut akan mencapai keberhasilan dalam mencapai tujuannya. Melalui pelatihan ini para peserta akan dilatih keterampilan mereka dalam berbicara (speaking) maupun mendengarkan  (listening)  dengan lebih memahami kebutuhan dan keinginan orang lain (berempati) sehingga orang-orang  yang terlibat dalam komunikasi menjadi senang dan bersemangat. Membangun suasana kerja yang lebih kondusif pada akhirnya akan meningkatkan prestasi kerja. OBJECTIVES * Memahami pentingnya komunikasi yang efektif * Mampu berbicara dengan smart dan berempati * Mampu mendengarkan dengan cermat dan berempati * Mampu mengatasi berbagai permasalahan yang timbul dalam komunikasi * Meningkatkan kualitas komunikasi dan prestasi kerja. * Meningkatkan kualitas relationship dengan pimpinan, bawahan, dan semua anggota organisasi di lingkungan kerja. MATERI 1. Introduction to excellent communication skills 2. Concept and communication process 3. Excellent communication in work 4. Relational communication 5. Empathy in communication 6. To develop and to maintain a relationship 7. Speak smartly and empathically 8. Listen carefully and empathically 9. Enhancing communication effectiveness by introducing body language 10. Win Win communication technique 11. Influence and control in communication practice 12. Communication barriers and how to solve them in speaking and listening 13. Personal development: formulating a personal action plan 14. Practice performing and evaluation WHO SHOULD ATTEND? Manajer dan staf dari semua fungsi dalam manajemen (Pemasaran, Produksi, Keuangan dan Sumber Daya Manusia) dan mereka yang ingin meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi. METODE Presentation Discussion Case Study Evaluation   Instructor by : Fauzan Asmara

29/06/2019 / 0 Comments
read more

Effective Communication skill Training

Communication

BENEFITS * Communicate with greater confidence * Control how you are communicating * Develop more fruitful relationships. OBJECTIVES * Learn strategies for communicating your message clearly * Understand the different communication styles and learn how to adapt to others * Receive feedback on your communication approach. OUTLINE A. Communicating with impact 1. Understanding the nature of communication 2. Communicating a positive image 3. Creating clear messages B. Communication styles 1. Understanding your communication style 2. Recognising different communication styles 3. Communicating effectively with others C. Barriers to communication 1. Identifying common barriers 2. Overcoming communication barriers 3. Responding to people under pressure D. Listening 1. Active listening 2. Being empathetic 3. Clarifying information E. You and your voice 1. Elements of the voice 2. Volume, pace, pausing and emphasis METHODE * Presentation * Discussion * Case Study * Evaluation   Instructor by: Dr. Drs. H. Fauzan Asmara, MM

29/06/2019 / 0 Comments
read more

Effective Communication With NLP Training

Communication

MANFAAT * Memahami konsep pikiran dan terbentuknya perilaku manusia dan bagaimana cara merubah/memodifikasinya. * Mudah beradaptasi dalam keadaan apapun dan dimanapun. * Mengolah emosi negatif menjadi emosi positif secara cepat dan tepat. * Mempengaruhi pikiran bawah sadar orang lain dengan gaya percakapan sehari-hari (Conversational Hypnosis). * Mampu mengolah bentuk peryataan dan pertanyaan yang efektif dalam sebuah percakapan/komunikasi. * Melakukan komunikasi interpersonal yang elegan dan percaya diri. MATERI * Human Mind Concept * NLP Presupposition in Communication * Instant Building Rapport * New Behavior Generator * Milton Model dan Meta Model * Reframing * Perceptual Position METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation   Instructor by : Ahmad Fauzan Asmara

29/06/2019 / 0 Comments
read more

Effective Contract Management Training

Kontrak,  Management

TUJUAN Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat : * Memahami konsep penting dalam klausul kontrak * Menyusun, menganalisa, dan mempersiapkan kontrak * Memahami langkah menyelesaikan perselisihan dengan mediasi dan arbitrase * Memahami teknik negosiasi MATERI * Pengertian Kontrak * Jenis Jenis Kontrak dan Resiko Bisnis * Dasar Hukum Kontrak secara Umum * Dasar Hukum Kontrak di Indonesia * Asas Kontrak * Proses penyusunan contract * Syarat Sahnya (Legalitas) Kontrak * Kerangka Kontrak * Klausa klausa baku dalam Kontrak * Klausa klausa penting dalam Kontrak * Teknik Perencanaan dan Penyusunan Kontrak * Negosiasi Kontrak * Tips sukses benegosiasi * Pemutusan dan Perpanjangan Kontrak * Wanprestasi dan Penipuan * Sengketa: Mediasi dan Arbitrase PESERTA Manajer/Supervisor atau Administration & Tender Contract Staff atau seluruh pihak yang berkepentingan dengan manajemen kontrak. METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation   Instructor by : Budi Agus Riswandi

29/06/2019 / 0 Comments
read more
Forecasting Budgeting and Cost Control

Pelatihan Effective Cost Accounting (Financial Analysis, Decision Making, and Reduction Cost)

Akuntansi,  Finance

Apakah informasi biaya di perusahaan anda cukup membantu untuk menentukan item-item biaya yang mana saja yang perlu diperbaiki? Tuntutan untuk terus menerus mengurangi biaya produksi selama satu dasawarsa ini, kini terus menguat. Mengingat semakin ketatnya persaingan yang menuntut perusahaan mampu menghasilkan barang dan jasa semurah mungkin, namun dengan kualitas yang mumpuni. Serta selalu adaptif terhadap perubahan keinginan konsumen. Namun banyak perusahaan yang kesulitan untuk adaptif terhadap perubahan lingkungan di luar perusahaan tersebut. Salah satu penyebabnya adalah data-data biaya dari bagian Accounting tidak cukup detail dan memadai untuk memberikan informasi tentang biaya-biaya yang dapat direduksi. Informasi biaya yang ada masih bersifat global dan sekedar memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan (akuntansi keuangan). Yaitu menjadi pengurang terhadap sales untuk mendapatkan nilai gross profit. Akibatnya, manajemen tidak mempunyai panduan yang cukup untuk melakukan perubahan dan mengambil keputusan. Bahkan sering kali keputusan yang diambil tidak tepat sasaran, dan tidak berdampak langsung pada pengurangan biaya dan peningkatan profit perusahaan. TUJUAN Untuk membekali karyawan Accounting kemampuan untuk memberikan informasi biaya dan harga pokok penjualan serta analisa keuangan yang informatif bagi manajemen. Sehingga informasi itu akan menjadi panduan yang valid terhadap keputusan manajemen yang akan dieksekusi. MATERI * Perubahan-perubahan dalam Lingkungan Bisnis, dan Perubahan Konsep Management * Highlight Cost Accounting : Dulu, Kini dan Besok * Pengendalian Biaya Sebagai Alat Berkompetisi dan Pengambilan Keputusan Manajemen * Job Order dan Process Costing – Metode Tradisional Penghitungan Harga Pokok Produksi * Standard Costing dan Analisa Varian, Metode Tradisional Pengendalian Biaya, dan Pengukurannya dengan Balanced Score Card * Alokasi Factory Overhead Cost, Panduan Mengalokasikan Biaya Produksi * Analisa Biaya Kualitas, Kaitannya dengan Sistem Mutu (ISO 9001, Just In Time, Six Sigma) * Identifikasi Pemborosan Biaya yang Tidak Memberikan Nilai Tambah * Activity Based Costing, Informasi Biaya yang Tidak Memberikan Nilai Tambah * Hambatan-hambatan dalam Analisa dan Pelaporan Biaya, Decision Making dan Reduction Cost * Best Practices Cost Accounting, Cost Reduction dan Pelaporan Keuangan

29/06/2019 / 0 Comments
read more

Effective Cost and Competitive for Installation Pharmacy in Hospital Training

Finance,  Keuangan

Perbaikan dalam bidang pelayanan kesehatan adalah salah satu misi pemerintahan saat ini, dimana diharapkan pelayanan kesehatan yang dalam hal ini diselenggarakan oleh rumah sakit swasta maupun pemerintah mampu memberika pelayanan yang maksimal keseluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu tidak henti-hentinya pemerintah melalui aparatur negaranya yaitu kementrian kesehatan mengeluarkan aturan-aturan perbaikan baru untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada warga negaranya, salah satu bentuk perbaikan itua adalah dengan dikeluarkanya SK Kep. Menkes no: 1197/Menkes/SK X/pada tahun 2004, dimana pemerintah menetapkan Standar Pelayanan Instalasi Farmasi di Rumah Sakit (IFRS) yang secara garis besar berisi: * Pelayanan instalasi farmasi harus menjadi satu, tidak boleh terpisahkan dengan pelayanan rumah sakit lainnya * Orientasi pelayanan instalasi farmasi harus fokus kepada: pelayanan pasien, pelayanan penyediaan obat yang bermutu, pelayanan farmasi klinik dengan biaya terjangkau untuk semua lapisan masyarakat. * Mengedepankan sudut pandang pelayan yang mengadopsi kepada Pharmaceutical Care , yang bertujuan untuk yang mengidentifikasi, mencegah dan menyelesaikan masalah obat dan masalah yang berhubungan dengan kesehatan keseluruh lapisan masyarakat. Dengan adanya peraturan ini, tentunya akan menjadi gambaran bahwa dengan adanya standar pelayanan baru yang harus diterapkan pastinya perubahan ini akan meningkatkan biaya operasional dimana akan berdampak kepada meningkatnya harga obat. Kenyataan ini tentunya menjadi perhatian khusus bagi para manajerial rumah sakit, dimana hal ini akan berdampak pada kemampuan bersaing dalam menjual pelayanan kesehatan. Inillah kenyataan yang harus dihadapi oleh rumah sakit saat ini, tentunya kemampuan untuk memaksimalkan keefektifitasan biaya obat dan harga yang bersaing sangat diharapkan demi keberlangsungan operasional rumah sakit. Training Effective Cost and Competitive for Installation Pharmacy in Hospital ini menjadi solusinya, dalam program pelatihan ini akan dibahas dan diajarkan bagaimana menjadikan pelayanan kefarmasian pada sebuah rumah sakit bisa menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung terciptanya persaingan pelayanan yang unggul dan juga nantinya akan sekaligus menjadi daya saing di rumah sakit sekaligus manfaat yang besar bagi pasien. Sebuah pertanyaan besar bagaimana melakukan semua yang tersebut diatas, bagaimana dan apa yang harus dilakukan jika instalasi farmasi, melalui apa instalasi farmasi rumah sakit bisa mempunyai peran nyata baik dari sisi ekonomi, penyediaan dan ketersedian obat yang aman, berkhasiat dan bermutu tunggi. Bagaimana konsep manajemen logistik dan distribusi obat dirumah sakit, yang efektif baik dari sisi ketersediaan dan biaya yang efektif. Dapatkan semua kebutuhan pengetahuan dan kemampuan di atas dalam program Training Effective Cost and Competitive for Installation Pharmacy in Hospital ini, TUJUAN Training Effective Cost and Competitive for Installation Pharmacy in Hospital ini diantaranya bertujuan untuk: 1. Memberikan pemahaman dan pengetahuan sekaligus gambaran arah dan perkembangan tantanga kedepan di instalasi farmasi di rumah sakit. 2. Peserta mampu melakukan dan mengelolah manajemen logistik farmasi secara prima dan mampu menyediakan obat dengan harga terjangkau dan terjaga ketersediaanya. 3. Mendalami peran IFRS dalam melaksanakan Manajemen Logistik dan Distribusi Obat yang lebih cost effective 4. Mampu membangun dan mengembangkan pelayanan instalasi farmasi yang bermutu dan berdaya saing tinggi di rumah sakit. MATERI * Pengantar perkembangan instalasi rumah sakit saat ini dan masa lalu, tantangan kedepan dan peran instalasi farmasi dalam meningkatkan pelayanan dan daya saing rumah sakit. * Estimasi kebutuhan logistik dan distribusi obat, dan mampu melakukan identifikasi yang tepat dalam rangka menghadapi tantangan masa depan.Mengidentifikasi Tantangan Farmasi RS dibidang Manajemen Logistik & Distribusi Obat. * Peran apoteker dan tantangan profesinya kedepan. * Mampu melakukan pengelolahan manajemen keuangan rumah sakit yang tepat guna * Manajerial: persedian obat, distribusi obat, dan pengendalianketersedian obat. * Manajemen organisasi instalasi farmas dan sistem informasi manajeme farmasi rumah sakit * Konsep mutu dan pelayanan kefarmasian di rumah sakit * Teknik implementasi dan strategi serta tips dan trik pengelolahan dan pengembangan instalasi rumah sakit PESERTA Peserta yang wajib ikut dalam training ini adalah Direktur Penunjang Medik, Kepala Unit Bagian Penunjang Medik, Ka. Instalasi Farmasi Rumah Sakit, dan seluruh oihak yang terlibat secara langsung maupun tidak terkait dengan penetapan kebijakan ketersedian stok obat yang harus disediakan di rumah sakit METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation

29/06/2019 / 0 Comments
read more

Pelatihan Efektivitas Evaluasi Training

Training Program

Agar program pelatihan dapat tepat mencapai sasaran yang sudah direncanakan, maka perlu adanya evaluasi tingkat keberhasilannya. Evaluasi pelatihan meliputi evaluasi terhadap penyelenggaraan pelatihan, isi program pelatihan dan dampak pelatihan terhadap peserta dan perusahaan. Evaluasi ini dilakukan baik sesaat sesudah pelatihan maupun enam bulan bahkan sampai satu tahun sejak pelatihan dilakukan. Terdapat berbagai macam model evaluasi pelatihan. Yang paling banyak diaplikasikan adalah model Kirkpatrick yang membagi evaluasi menjadi lima tingkat yaitu level Reaksi (Tingkat kepuasan peserta terhadap penyelenggaraan training), level Learning (Tingkat pembelajaran), level Behaviour (Tingkat perilaku/aplikasi ditempat kerja), level Business Impact (Dampak hasil training terhadap bisnis perusahaan) dan ROTI (Return On Training Investment). Dalam training ini akan dibahas bagaimana merancang evaluasi pelatihan untuk semua level disertai dengan contoh aplikasi dan formulir yang diperlukan serta langkah langkah dalam evaluasi dan tindak lanjutnya. TUJUAN PELATIHAN Peserta dapat memahami tentang bagaimana melakukan evaluasi pelatihan dan dapat merancang program evaluasi untuk mengukur efektifitas pelatihan MATERI * Ruang lingkup,tujuan dan sasaran evaluasi training * Berbagai model , teknik dan cara dalam evaluasi training * Perencanaan evaluasi pelatihan dengan Model Kirkpatrick (disertai dengan studi kasus dan praktek perencanaan evaluasi training): 1.  Level Reaksi (Tingkat kepuasan peserta terhadap penyelenggaraan training) 2.  Level Learning (Tingkat pembelajaran) 3.  Level Behaviour (Tingkat perilaku/aplikasi ditempat kerja) 4.  Level Business Impact (Tingkat hasil terhadap bisnis perusahaan) 5. Level ROTI (Return On Training Investment). * Perancangan sistem evaluasi : Data, formulir, prosedur pengisisan formulir, analisa data, interpretasi hasil dan tindak lanjut * Praktek perancangan evaluasi pelatihan * Case study, kunci sukses dan hambatan dalam evaluasi. METHODE Presentation Discussion Case Study Evaluation   Instructor by: Syafarudin Alwi

28/06/2019 / 0 Comments
read more

Effective 5S Implementation Training

Budaya Kerja

Seperti kita ketahui, bahwa ada lima faktor yang menentukan keberhasilan perusahaan yaitu Manusia, Modal, Mesin, Material dan Metode. Tetapi, Jepang menambahkan satu faktor lagi, yaitu faktor lingkungan tempat kerja. Lingkungan tempat kerja diartikan : Bagaimana tempat kerja dikelola dan bagaimana pekerja itu memelihara tempat kerjanya. Hal ini mencerminkan sikap karyawan terhadap pekerjaannya. 5S adalah singkatan dari Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke yang dapat diterjemahkan menjadi 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin. Pada dasarnya 5S menyangkut kegiatan pengorganisasian tempat kerja dan kerumahtanggaan. Hal-hal ini berdampak langsung terhadap efisiensi, produktifitas, mutu dan keselamatan kerja. Program 5S dipandang sebagai dasar dari segala program peningkatan mutu dan produktifitas, sehingga pabrik mampu mencapai sasaran zero breakdown, zero defect, zero delay dan zero accident. OBJECTIVE 1. Mempromosikan kesadaran akan pentingnya Kerja/Gemba 2. Memahami Kaizen sebagai filsafat dasar 5S 3. Memahami konsep dan benefit dari 5S 4. Memahami langkah-langkah implementasi 5S di tempat kerja WHO SHOULD ATTEND Semua level Management, Supervisor, Semua Karyawan, Koordinator 5S/5R, Penanggungjawab Area dan Tim Inti 5S/5R. OUTLINE 1. Arti Pentingnya Kerja 2. Filosofi Dasar 5S 3. Arti dan Tujuan 5S * Seiri – Teknologi Pemilahan + Identifikasi barang + Menangani penyebab + Merealisasikan rencana tindakan * Seiton – Mempromosikan Penataan + Memahami dan menganalisa status barang + Menentukan bagaimana menyimpan * Seiso – Tema Pembersihan + Bagaimana metode membersihkan tempat kerja dan peralatan + Menghilangkan cacat + Melakukan pembersihan * Seiketsu – Pemantapan Pemeliharaan dan Pengendalian 5S + Menampilkan kontrol visual + Metode kontrol visual + Manajemen visual 5S * Shitsuke – Pembiasaan Cara Mengubah Kebiasaan + Pembentukan kebiasaan + Daftar pemeriksaan + Melakukan tanpa kesalahan + Kampanye ketaatan 4. Langkah-langkah Pelaksanaan 5S 5. Organisasi 5S 6. Tools 5S 7. Kunci Sukses Implementasi 5S 8. Implementasi 5S di Tempat Kerja 9. Keunggulan yang Dihasilkan 5S * Manajemen berkesinambungan menciptakan tempat kerja terbaik * 5S merupakan berometer manajemen * 5S sebagai ilmu perilaku * 5S sebagai sasaran utama produktivitas METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation

28/06/2019 / 0 Comments
read more

Komunikasi Persuasif dan Efektif Training

Communication

Dalam proses berkomunikasi tentunya melibatkan lebih dari satu orang, ada pemberi pesan (sender) dan ada penerima pesan (receiver). Dalam pelatihan ini kita akan membahas secara lebih detail masing-masing pihak tersebut ketika memberikan dan menerima informasi. Contoh: Perintah dari seorang General Manager yang diberikan kepada Kepala Divisi diteruskan kepada Supervisor hingga kepada seorang Staff bisa diterima atau diartikan berbeda. Pertanyaannya: Ketika receiver salah dalam mengartikan pesan yang diterima, itu adalah salah siapa, sender atau receiver? Di dalam menyampaikan informasi, kita seringkali melakukan Deletion (menghapus atau mengurangi), Generalization (menggeneralisasi), dan Distortion (mendistorsi). Ini termasuk dalam hambatan berkomunikasi yang perlu diperhatikan dan dipelajari sehingga kita bisa berkomunikasi dengan lebih efektif. Ketika berhubungan dengan atasan, rekan kerja, bawahan, dan pelanggan, kita perlu mengenal dan mengidentifikasi karakteristik diri sendiri dan orang lain tersebut. Dengan demikian kita akan dapat berkomunikasi dan melayani mereka dengan lebih baik dan efektif. Bukankah untuk berkomunikasi dengan tipe orang yang berbeda, kita perlu menggunakan cara yang berbeda pula untuk masing-masing tipe tersebut? BENEFIT * Memahami presuposisi NLPTM (Neuro Linguistic Programming) tentang komunikasi yang efektif dan produktif * Mengenali dan memahami karakteristik diri sendiri dan orang lain termasuk gaya berkomunikasi atasan, rekan kerja, dan bawahan untuk membangun hubungan kerja yang lebih efektif dan produktif * Menyampaikan informasi dengan cara yang lebih mudah untuk dipahami, menarik, dan persuasif * Meningkatkan keterampilan mendengarkan termasuk memahami informasi yang diberikan dan mencari solusi * Memahami pesan yang disampaikan dengan menggunakan Meta Model * Meningkatkan fleksibilitas pesan VAK * Mengidentifikasi hambatan berkomunikasi dan cara untuk menanganinya * Menggunakan dan mengoptimalkan 3V (Visual, Voice, dan Verbal) di dalam berkomunikasi untuk mencapai hasil yang diinginkan * Membangun keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang communicator yang berhasil OUTLINE MATERI * Presuposisi NLPTM tentang Komunikasi yang Efektif * Proses Pikiran Mengolah Informasi: Komunikasi/Apresiasi/Teguran yang Efektif berdasar NLPTM Model * Gaya Berkomunikasi Atasan, Rekan Kerja, dan Bawahan * Trilogy Komunikasi yang Efektif * Cara untuk Menyampaikan Informasi dengan Efektif * Cara untuk Mendengarkan yang Efektif * Cara untuk Bertanya dengan Meta Model * Fleksibilitas Pesan dengan Visual-Auditory-Kinestetik (VAK) * Prinsip Dasar Membangun Rapport (Hubungan) * Eye Accessing Cues * Empat (4) Hambatan di Dalam Komunikasi * Tiga (3) Filter Komunikasi: Deletion, Distortion, Generalization * Tiga (3) V dalam Berkomunikasi: Verbal, Vocal, Visual METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation

28/06/2019 / 0 Comments
read more

Effective Auditor Understanding and Applying Emotional Intelligence

audit,  Social,  Softskill

Have you ever encountered a difficult person while engaged in an audit? Do you wonder why your communications get through to some people but others seem to have heard a different message? Would you like to increase your ability to remain calm and professional under pressure? Auditors need specific technical skills to be successful in their jobs, but that only half the picture. They need to be able to deal with all kinds of people, too. Research indicates approximately one-third of the difference between top and average performance is due to technical skill and cognitive ability. The remaining two-thirds is attributed to emotional competence. In this course, participants will learn to improve their effectiveness with others by enhancing their emotional intelligence. OBJECTIVE 1. Identify the communication style of others and tailor communications to their preferences. 2. Ask open-ended questions and improve listening skills to uncover information needed to conduct effective audits. 3. Use empathy and emotional intelligence to build engagement within one team and with clients. 4. Respond appropriately to emotionally charged situations. MATERI 1. Emotional Intelligence and the Audit Role * Describe emotional intelligence as a key ingredient for success for internal auditors * Articulate the key factors that determine a person success in the role * Identify current strengths and developmental opportunities for emotional intelligence 2. Getting Buy-in * Identify the five factors that lead to stakeholder commitment * Recognize the communication style of others * Use bridging to get buy-in to mutually-beneficial goals 3. Interviewing for Information * Identify three things you can do to set up an environment that encourages people to share information * Generate open-ended questions to obtain information * Use effective listening techniques to uncover hidden information 4. Navigating Difficult Situations * List facts about emotions that influence difficult conversations * Develop your ability to be aware of your emotions in the moment and manage them * Describe effective ways to respond to emotional reactions of others * Plan and conduct a difficult conversation 5. Communicating with Impact * Name the three characteristics of brain-friendly communication (as well as the communication practices that impede understanding) * Design and deliver messages that impact others behavior in support of a successful audit METODE Pre test Presentation Discussion Case Study Post test Evaluation

28/06/2019 / 0 Comments
read more

Effective Bank Credit Recovery Action Training

Bank,  Credit

Di dalam industri perbankan di Indonesia kegiatan di bidang kredit masih sangat dominan menentukan kelangsungan hidup bank yang bersangkutan. Lebih dari 70% keuntungan bank diperoleh berasal dari penghasilan bunga atau bagi hasil atas kredit atau pembiayaan yang diberikan kepada debitur atau pengguna pembiayaan. Oleh karena itu performance dari sebuah bank berbanding lurus dengan performance loan dari bank yang bersangkutan. Performance loan, sangat ditentukan bagaimana proses pemberian kredit atau pembiayaan kepada nasabah. Dalam memproses pemberian kredit atau pembiayaan, mengawasi penggunaannya sampai kepada penyelesaiannya berbagai aspek sangat menentukan, seperti aspek financial, marketing, manajemen, hukum dll. Kegagalan kredit yang berakibat meningkatnya Non Performance Loan (NPL) sangat perlu dicegah, mengingat kesulitan yang terjadi bagi bank bisa mengganggu tingkat kesehatannya. Upaya penyelesaian kredit dalam kategori NPL tersebut sangatlah menyita waktu, tenaga dan biaya. Penyelesaian kredit seperti ini bisa menggunakan berbagai pendekatan, upaya pendekatan secara legal, dengan menggunakan forum pengadilan, biasanya merupakan upaya akhir dari bank. Upaya pendekatan secara legal, umumnya diupayakan untuk tidak dilakukan, sepanjang nasabahnya beritikad baik untuk menyelesaikannya. Banyak langkah bank yang bisa dilakukan dalam upaya membangun penyelesaian kredit bermasalah ini, baik melakukan perpanjangan kredit, rescheduling, restruckturing, dsb. TUJUAN Setelah mengikuti workshop ini diharapkan : 1. Peserta mampu melakukan penyelesaian kredit secara baik sehingga bank terhindar dari kerugian dan berlarut-larutnya persoalan. 2. Peserta memahami kredit bermasalah yang mengacu kepada ketentuan dan peraturan bank indonesia. 3. Memahami konsep early warning system dan penanganan debitur watch list. 4. Memahami penetapan strategi penanganan kredit bermasalah, Skema-skema untuk penyehatan kredit, Pemahaman penyelesaian kredit, Penggunaan EBITDA dan Analisa Cash Flow sebagai alat ukur kemampuan finansial perusahaan debitur untuk penentuan strategi yang dapat digunakan oleh bank. 5. Peserta dapat menyelesaikan permasalahan dengan nasabah Non Performance Loan, tanpa melalui pengadilan, agar bank terhindarkan dari kerugian. OUTLINE MATERI 1. Pengertian kredit bermasalah mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia 2. Konsep early warning system dan penanganan debitur watch list 3. Penetapan strategi penanganan kredit bermasalah 4. Skema-skema untuk penyehatan kredit 5. Pemahaman penyelesaian kredit 6. Penggunaan EBITDA dan Analisa Cash Flow sebagai alat ukur kemampuan financial 7. Perusahaan debitur untuk penentuan strategi yang dapat digunakan oleh bank. PARTICIPANT Credit Officer, Recovery Credit, Rimmadial, Pengelola Kredit/Pembiayaan baik dalam golongan lancar maupun Non Performing Loan, Internal Audit, Loan Admin, Kepala Cabang, Unit kerja terkait dan peminat lainnya METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation

28/06/2019 / 0 Comments
read more

Effective Budgeting and Cost Control Training

Akuntansi,  Budgeting

Pengelolaan keuangan yang efektif baik pada perusahaan maupun instansi pemerintahan merupakan fungsi yang vital dan perlu mendapat perhatian serius. Oleh karenanya dalam aktifitas pengelolaan keuangan pada  perusahaan/instansi dibutuhkan professional yang memiliki kompeten, integritas dan kredibilitas yang tinggi. Terlebi pada instansi pemerintahan yang berorientasi pada layanan public service yang bersih dan berwibawa. Sehingga perlu kerja yang profesional dan memahami guna mendukung program yang telah ditentukan, khususnya terkait tata tertib aparatur dalam melaksanakan tugas dan disiplin kerja serta tertib administrasi keuangan dan operasional. Salah satu fungsi penting pada pengelolaan keuangan di lembaga pemerintahan adalah penganggaran (budgeting) serta fungsi pengawasannya. Dengan adanya budgeting, organisasi lembaga pemerintahan akan mencoba memasukkan seluruh faktor yang mempengaruhi jalannya pemerintahan hingga tujuan, strategi dapat berjalan dengan baik. Dalam pelatihan ini akan dibahas bagaimana memperhitungkan external dan internal faktor dalam menentukan tujuan dan strategi, sehingga budget dapat dibuat dengan komprehensif sesuai dengan kewenangan yang ada. Tak pelak, penyediaan pengetahuan dan ketrampilan untuk meningkatkan kemampuan penyusunan perencanaan kegiatan tahunan yang baik, disertai kemampuan menyusun proposal, anggaran serta tata cara penyusunan laporan kegiatan, perpajakan dan penyusunan laporan kinerja merupakan suatu kebutuhan yang harus dimiliki oleh setiap pegawai yang terlibat di dalamnya. OBJECTIVES Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pengelola keuangan di lembaga pemerintahan yang diarahkan pada profesionalisme, sehingga dapat merencanakan dan melakukan penganggaran dan fungsi pengawasan sesuai perundangan yang berlaku. MATERI 1. Tata Pemerintahan: CSO, Privat Sector and Public Service 2. Pengelolaan Keuangan Pemerintahan 3. Tahapan Perencanaan/Penyusunan Anggaran 4. Lingkup Perencanaan Anggaran 5. Pelaksanaan dan Penatausahaan 6. Pelaporan dan Pertanggungjawaban 7. Pelaksanaan Audit dan Pemeriksaan Keuangan 8. Dana Perimbangan 9. Perencanaan Pembangunan 10. Evaluasi Kinerja Proyek 11. Penyusunan Laporan Kinerja Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah TARGET PESERTA * Kabag dan Kasie bidang keuangan * Para Manajer Lini/Madya * Supervisor * Staf/Pegawai yang terkait dengan fungsi perencanaan dan pengelolaan keuangan METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation

28/06/2019 / 0 Comments
read more

Effective Business Communication Skill Training

Bisnis,  Communication

BENEFITS 1. Pentingnya effective communication dalam organisasi 2. Membangun pola pikir positif sebagai komunikator 3. Berbagai gaya komunikasi dan cara menghadapinya 4. Teknik berbicara yang efektif 5. Teknik mendengarkan dan bertanya yang efektif 6. Teknik menyampaikan dan menerima umpan balik yang efektif MATERI * The Importance and Principle of Communication * Understanding People * Impressive Communication (1) * Impressive Communication (2) * Effective Listening and Questionning Skills * Effective Feedback Skills METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation

28/06/2019 / 0 Comments
read more
Komunikasi Karyawan Efektif

Pelatihan Effective Business Negotiation and Presentation Skills

Bisnis,  Communication,  Negosiasi

Dapat dikatakan semua orang mampu untuk melakukan komunikasi, kecuali mereka yang memiliki keterbatasan. Akan tetapi tidak semua orang yang berkomunikasi, mampu untuk melakukan dan mengembangkan komunikasi secara efektif, baik dalam hal negosiasi maupun presentasi. Dalam negosiasi banyak hal yang harus dipersiapkan dan diarahkan sejak awal bukan hanya yang terkait dengan persiapan diri seorang manajer/pemimpin namun juga terkait dengan proses negosiasi dan penguasaan prinsip dan ketrampilan, komunikasi dalam melakukan lobbying. SASARAN PELATIHAN * Peserta paham prinsip-prinsip komunikasi & negosiasi yang saling menguntungkan bagi pihak-pihak yang terlibat * Peserta menguasai dan mampu mengembangkan teknik-teknik negosiasi secara efektif. * Peserta mampu menggunakan prinsip komunikasi yang tepat dalam bernegosiasi. * Peserta mampu melakukan presentasi yang baik dan menarik * Peserta menjadi lebih percaya diri OUTLINE MATERI 1. Konsep Dasar Dalam Komunikasi Efektif 2. Kendala Dalam Berkomunikasi 3. Teknik Dalam Berkomunikasi 4. Lobbying dan Negosiasi Dalam Bisnis * Masalah dan tantangan dalam lobbying dan negosiasi * Kompetisi vs integrasi * Tiga unsur pokok negosiasi 5. Persiapan Lobbying Negosiasi * Kriteria sukses lobby dan negosiasi * Identifikasi kekuatan dan kelemahan * Aspek budaya 6. Aspek Komunikasi * Mendengarkan aktif dalam lobbying dan negosiasi * Mengatasi hambatan komunikasi dalam lobby dan negosiasi 7. Teknik Negosiasi * Lima strategi pokok * Sepuluh teknik dasar * Teknik konsesi 8. Praktek Negosiasi * Persiapan negosiasi * Proses negosiasi * Evaluasi hasil 9. Merencanakan Presentasi Yang Efektif * Mempersiapkan materi * Audience / pendengar * Sarana fisik * Penguasaan ruang 10. Teknik Presentasi * Sikap tubuh * Memelihara hubungan dengan khalayak * Pemanfaatan perlengkapan audiovisual 11. Mengatasi Hambatan Dalam Presentasi METHOD Presentation Discussion Case Study Evaluation

28/06/2019 / 0 Comments
read more

Posts pagination

Previous 1 … 36 37 38 … 54 Next
Royal Elementor Kit Theme by WP Royal.