Training ini akan membahas mengenai pengarsipan dan pengelolaan dokumen kantor sehingga dokumen selalu dalam keadaan siap diperlukan, uptodate dan dalam keadaan terkontrol agar dapat diaplikasikan kemudian di perusahaan atau organisasi.
BENEFIT
Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat memahami dan mengimplementasikan pola penyimpanan arsip atau document control yang efektif, cepat, tepat dan efisien serta mampu memanfaatkan sistem informasi filing system.
OUTLINE MATERI
1. Ruang Lingkup Document Control dan Filing System
2. Dokumentasi dan Pengarsipan
* Pengertian arsip dan pengelolaan arsip
* Jenis arsip
* Tujuan dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan Arsip
* Penggandaan dan pendistribusian arsip
* Penataan arsip (Klasifikasi dan Pengkodean Arsip)
* Pemeliharaan dan penyimpanan arsip vital
* Peminjaman dan penyusutan arsip
3. Sistem Pemberkasan Dokumen
* Pengawasan berkas terpusat dan tersebar berbasis analisis bisnis, prinsip klasifikasi
* Klasifikasi abjad: Sistem Kamus, Sistem Ensiklopedia dan Sistem Geografis, Klasifikasi Angka, Sistem Pemberkasan Desimal, Sistem Pemberkasan Kronologis, dan Klasifikasi Alfanumerik
* Pengindeksan dan Kualitas Indeks
* Pengindeksan kata penting (KWIC and KWOC), Alfabetikal
* Prosedur pemeliharaan berkas
* Pengawasan dan pengelompokkan berkas
* Disposisi
* Pengelolaan ruang berkas
* Masalah umum pemberkasan
4. Manajemen Dokumen Elektronik
* Perencanaan
* Survei dokumen dan informasi
* Penilaian dokumen
* Metadata dan kebijakan
* Strategi kontekstual
* Keamanan dan kualitas, dan preservasi informasi
5. Digital Filing System dan Aplikasi Electronic Document Management System (EDMS)
* Konsep Digital Filing System & perangkat pendukungnya
* Isu Legalitas Arsip Digital
* Prosedur Alihmedia/Imaging Document
* Kategori pengenalan Scanner
* Kategori dan Komponen EDMS
* Integrasi EDMS dengan Informasi dan tempat penyimpanan
* Alat dan Media Penyimpanan (Storage)
* Kompanen Biaya pada implementasi EDMS
6. Otomatisasi Kegiatan Administrasi Perkantoran
* Makna dan dampak otomatisasi dalam Administrasi Perkantoran
* Aplikasi otomatisasi dalam Administrasi Perkantoran
* Teknologi Informasi dalam Administrasi Perkantoran
* Software untuk Administrasi Perkantoran
* Sistem Arsip Elektronik
* Sistem Informasi Manajemen
* Manajemen Basis data
* LAN, Intranet, dan Internet
PARTICIPANT
Pimpinan (Manajer/Supervisor/Head Section) atau Support Personnel (Staff Administrasi/Sekretaris) yang terlibat dalam kegiatan administrasi kantor atau pengarsipan dokumen perusahaan
METHOD
Presentation
Discussion
Case Study
Evaluation


Komunikasi tertulis, berupa surat-surat, laporan, memo, formulir pesanan dan sebagainya, diperlukan setiap hari untuk beroperasinya setiap organisasi atau perusahaan. Agar pencapaian sasaran organisasi berhasil baik, dokumen-dokumen tersebut perlu disimpan secara sistematis agar dapat ditemukan dengan cepat setiap saat sesuai dengan pedoman-pedoman pengarsipan yang digunakan. Di samping itu, arsip bukan hanya diperlukan dalam bentuk hard copy, namun juga soft copy. Untuk itu, proses alih media dan manajemen electronic filing perlu diperhatikan.
Salah satu point penting dalam kegiatan perkantoran yaitu pengelolaan arsip dokumen dan data dengan baik. Training ini akan membahas mengenai pengarsipan dan pengelolaan dokumen kantor sehingga dokumen selalu dalam keadaan siap diperlukan, up to date dan dalam keadaan terkontrol agar dapat diaplikasikan kemudian di perusahaan atau organisasi. Pengelolaan arsip dokumen dan data yang kurang tepat akan mengakibatkan inefisiensi dalam pekerjaan, baik waktu maupun biaya.
Document Control memegang peran penting untuk pengendalian dokumen dan pengendalian salinan dokumen, termasuk distribusi salinan dari perubahan dokumen selama operasional proyek. Lingkup manajemen dokumen termasuk pengorganisasian dokumen dan siklus hidupnya, termasuk bagaimana dan kapan dokumen-dokumen dibuat, direview, diterbitkan dan dimusnahkan.
Proses Drilling dilakukan untuk mengambil Sumber Daya Alam yang ada di dalam tanah. Proses pengeboran yang dilakukan dengan sangat hati-hati karena memiliki risiko kerja yang tinggi. Sedangkan untuk Well Planning merupakan proses perencanaan mulai dari penggunaan peralatan, prosedur yang akan digunakan dan juga tipe penyelesaian suatu sumur. Proses perencanaan ini sangat penting karena menyangkut hasil dan juga pembiayaan, sehingga perlu dilakukan kajian Well Planning yang baik.
This course is designed to give new engineers and non-drilling professionals more knowledge of rig components, terminology and operational requirements.
Training Drilling for Non Drilling diperuntukan bagi yang belum mempunyai background ataupun pengalaman dalam bidang Drilling namun ingin mempelajari ataupun bekerja di bidang perminyakan atau pertambangan. Materi yang disampaikan akan memperkenalkan konsep dan fundamental dari Drilling.
After following this courses participant of courses expected can:
Setelah menyelesaikan kursus ini diharapkan peserta dapat :
Trafo sebagai peralatan tegangan tinggi tidak lepas dari kemungkinan mengalami kondisi abnormal, dimana pemicunya dapat berasal dari internal maupun external trafo. Ketidaknormalan ini akan menimbulkan dampak terhadap kinerja trafo. Secara umum, dampak/akibat ini dapat berupa overheat, corona dan arcing.
Pelatihan ini memberikan cara-cara dalam mengidentifikasi kerentanan dan penanggulangan secara tepat untuk mencegah dan mengurangi risiko kegagalan yang disebabkan oleh kejadian bencana dalam suatu organisasi. Topik materi pelatihan meliputi landasan serta prinsip-prinsip pemulihan bencana, termasuk rencana pemulihan bencana, pengukuran risiko, pengembangan kebijakan serta prosedur, dan pemahaman peran serta hubungan berbagai pihak dalam organisasi pada saat terjadi bencana dan dalam masa pemulihan bencana. Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta akan paham tentang proses penanggulangan dan pemulihan sistem informasi dari bencana serta mampu menyusun dokumen DRP (Disaster Recovery Plan) sehingga keberlangsungan organisasi tetap terjaga bila terjadi suatu bencana.
Saluran distribusi yang lancar adalah dilihat dari bagaimana tingkat ketersediaan produk yang dibutuhkan oleh pelanggan tercapai secara maksimum, namun total biayanya yang harus dibayar konsumen lebih hemat.
1. A solid understanding of the architecture and operation of Distributed Control Systems (DCSs)
Pelatihan ini memberikan pengetahuan tentang kontrol pengaturan terdistribusi (distributed control system) yang merupakan suatu pengetahuan teknis yang banyak digunakan dalam suatu proses control. Pelatihan ini memberikan gambaran dasar, definisi, teori dasar, perancangan, dan operasi dari suatu kontrol terdistribusi. Penjelasan dalam pelatihan akan memberikan pengetahuan mengapa perlu Distributed Control System dalam suatu proses produksi atau proses kontrol. Bagaimana dasar perencanaan suatu control terdistribusi, bagaimana kinerja antar unit dalam suatu DCS dan bagaimana mengevaluasi suatu rancangan DCS.